Tag: #AplikasiSekolah

shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
Standard

Aplikasi sistem manajemen sekolah | AdminSekolah

Manajemen sekolah sudah dikelola oleh bagian tata usaha. Namun tidak semuanya bisa langsung teratasi jika ada kendala. ADministrator sekolah sering kali menghadapi sejumlah kendala dan tantangan dalam pengelolaan data, menginat jumlah dan keragaman informasi yang harus mereka kelola. Seperti data sekolah, data siswa, data pegawai, data keuangan, data presensi, data inventaris, dan data-data lainnya. Masalah yang Sering Dihadapi oleh Administrator Tata usaha atau administrator sekolah memiliki peran penting dalam kelancaranoperasional sekolah. Namun, mereka sering kali menghadapi berbagai masalah yang dapat mempengaruhi efisiensi dan efektivitas kerja mereka. Beberapa msalah umum yang sering dihadapi oleh tata usaha sekolah antara lain Aministrasi dan Dokumentasi yang berlebihan. Banyak dokumen yang harus dikelola, termasuk laporan keuangan, catatan siswa, inventaris sekolah, dan lainnya. Adminsitrasi yang berlebihan dapat menyebabkan beban kerja yang tinggi dan mengurangi efisiensi. Akan terjadi banyak keasalahan ketika tidak teliti dan memerlukan banyak kertas yang harus disimpan. Ini memungkinkan terjadinya kehilangan data. Pengelolaan Data Siswa.  Mengelola data siswa seperti absensi, nilai, dan catatan prestasi bisa menjadi tantangan besar, terutama jika sistem yang digunakan tidak terintegrasi atau masih manual. Dengan jumlah siswa yang cenderung banyak di suatu sekolah, pengelolaan data siswa yang masih manual membuat tata usaha dan administrator sekolah menjadi bekerja ekstra agar data tidak salah. Mengelola anggaran sekolah, Pembukuan dan laporan keuangan memerlukan ketelitian dan keahlian khusus. Kesalahan dlaam pengelolaan keuangan dapat berdampak besar pada operasional sekolah. Keuagan yang tidak transparan akan menyebabkan kekacauan, karena dana sekolah yang berantakan dan tidak tercatat secara online. Baca Juga : Bye Data Siswa Hilang! Kelola Rapi data dengan Aplikasi Manajemen Sekolah Manajemen waktu. Menyeimbangkan berbagai tugas administrasi dalam waktu yang terbatas memerlukan keterampilan manajemen waktu yang baik. Beban kerja yang tinggi sering kali membuat sulit untuk menyelesaikan tugas tepat waktu. Berkas dan data yang harus diselesaikan dengan jangka waktu singkat itu membuat pusing ketika laporan akhir bulan, karena semuanya masih manual. Keterbatasan Sumber Daya. Sekolah sering menghadapi ketrbatasan sumber daya, baik dari segi keuangan maupun personel. Ini bisa membatasi kemampuan mereka untuk menginvestasikan dalam hal teknologi yang diperlukan atau untuk memperkerjakan personel yang dapat mengelola data dengan efektif. Ketersediaan infrastrukur IT yang tidak memadai. Hal ini akan menjadi hambatan. Ini mencakup konektivitas internet yang lambat, pernagkat keras yang usang, atau kekurangan perangkat lunak yang dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah-masalah ini, sekolah dapat mengimplementasikan solusi penggunaan teknologi yang lebih baik agar membantu menunjang kegiatan administrasi di sekolah. Mengatasi Masalah Administrasi Manajemen Sekolah dengan AdminSekolah AdminSekolah adalah teknologi yang dapat membantu mengatasi berbagai masalah administrasi manajemen sekolah. Dengan semua serba online akan memudahkan pengecekan data dan manajemen sekolah lebih efisien dan tertata lebih baik lagi.  Baca Juga : PROMO SPEKTAKULER BACK TO SCHOOL Manajemen Data Tersimpan dengan Baik Data-data sekolah seperti data sekolah, data siswa, data pegawai, data keuangan, data presensi tersimpan dan terolah dengan baik di sistem aplikasi sekolah. Tidak perlu menggunakan aplikasi yang berbeda-beda karen aplikasi ini mencakup semua manajemen data sekolah. Anda tidak perlu kahwatir data hilang karena semua dta tersimpan di cloud sehingga bisa dibuka kapan saja dan dimana saja menggunakan jaringan internet, Konsistensi Data Adanya standarisasi dalam data keuangan sehingga memudhakan dalam pembuatan laporan. Seperti akun biaya, pos bayar, dan jenis bayar akan tersetting oleh sistem. Bendahara atau admin dapat memasukkan data dengan mudah dan jenis pembayaran dpat terkelompok sesuai akun biaya, pos bayarnya, dan jaenis bayarnya. Pelayanan After Sales Aplikasi AdminSekolah menyediakan after sales yang dapat membantu lembaga sekolah untuk mengatasinya keterbatasan SDM, infrastruktur, dan pemeliharaan sistem. Akan diadakan pelatihan aplikasi sebanayak 3x secara gratis melalui Zoom Meeting, disini SDM yang akan dibimbing mengoperasikan aplikasi. Apabila selama penggunaan dirasa ada yang dibingungkan, tim alikasi siap membatu Anda. Selama berlanggananan kana ada full customer support yang membantu Anda mengatasi kendala dalam pengoperasian aplikasi.    Aplikasi ini tidak hanya bisa dibuka di PC ataupun laptop, namun bisa juga dibuka di tab dan juga perangkat handphone dan dapat diakses mengunakan data seluler sehingga tidak ada kata “Tidak ADa Perangkat yang Mendukung”. Tertarik untuk mengetahui lebih lengkap terkait Aplikasi Sekolah?  Coba demonya langsung di  demo.adminsekolah.net atau  Hubungi admin kami untuk agendakan Zoom di  0812-3364-0003  

Standard

Bye Data Siswa Hilang! Kelola Rapi data dengan Aplikasi Manajemen Sekolah

Aplikasi Manajemen Sekolah Pendidikan merupakan sektor penting yang menjadi dasar kemajuan masyarakat melalui upaya mewujudkan suasana belajar. Pendidikan tak hanya perihal belajar di kelas dengan buku saja, namun pendidikan sekolah lebih komplek lagi. Ada yang namanya manajemen sekolah.    Manajemen sekolah dapat diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan pengolahan proses pendidikan untuk mencapai latar belakang school management. Manajemen sekolah adalah proses mengelola sekolah dengan merencanakan, mengorganisasikan, mengajar, dan mengawasinya untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.   Dalam era digital saat ini, teknologi telah merambah ke berbagai sektor, termasuk pendidikan. Aplikasi manajemen sekolah hadir sebagai solusi modern untuk membantu sekolah dalam mengelola berbagai aspek operasional dengan lebih efisien dan efektif. Berikut beberapa manfaat dan fitur utama dari aplikasi manajemen sekolah. Baca Juga : PROMO SPEKTAKULER BACK TO SCHOOL Manfaat Aplikasi Manajemen Sekolah:   Efisiensi Operasional Aplikasi manajemen sekolah memungkinkan untuk melakukan otomatisasi berbagai tugas administratif, seperti pendaftaran siswa, pengelolaan jadwal pelajaran, dan pengaturan absensi. Hal ini bisa mengurangi beban kerja staf administratif dan memungkinkan mereka fokus untuk mengerjakan tugas-tugas yang lebih penting.   Peningkatan Komunikasi Aplikasi ini menyediakan platform komunikasi yang lebih baik antara guru, siswa, dan orang tua. Melalui fitur pesan instan, pengumuman, dan portal informasi, semua pihak dapat dengan mudah berbagi informasi terbaru dan bisa berkomunikasi secara real-time.   Akses Informasi yang Mudah Dengan menggunakan aplikasi manajemen sekolah, siswa dan orang tua dapat dengan mudah mengakses informasi penting seperti jadwal pelajaran, nilai, dan tugas. Hal ini dapat meningkatkan transparansi dan dapat membantu siswa untuk lebih bertanggung jawab atas pendidikan mereka.   Pengelolaan Keuangan Aplikasi ini juga bisa membantu dalam pengelolaan keuangan sekolah, seperti pembayaran biaya sekolah, pencatatan transaksi, dan pelaporan keuangan. Dengan menggunakan sistem yang terintegrasi, sekolah dapat mengelola anggaran dengan lebih efektif dan mencegah kesalahan dalam pencatatan keuangan. Baca Juga : Mengapa Sekolah Membutuhkan Aplikasi Administrasi Sekolah? Fitur Utama Aplikasi Manajemen Sekolah   Fitur Sistem Pendaftaran dan Penerimaan Siswa Aplikasi ini menyediakan fitur untuk mengelola proses pendaftaran dan penerimaan siswa baru, mulai dari pengisian formulir online hingga penyeleksian calon siswa.   Fitur Pengelolaan Akademik Yang termasuk kedalam fitur ini adalah pembuatan dan pengaturan jadwal pelajaran, pengelolaan data guru, dan distribusi tugas serta materi pelajaran secara digital.   Fitur Sistem Absensi Aplikasi manajemen sekolah memiliki sistem untuk mencatat kehadiran siswa dan guru secara otomatis. Hal ini dapat dilakukan melalui pemindaian kartu identitas atau biometrik, yang mengurangi kemungkinan kecurangan dalam pencatatan kehadiran.   Fitur Penilaian dan Raport Dengan adanya fitur penilaian dan rapor, guru dapat memasukkan nilai siswa langsung ke dalam sistem, yang kemudian dapat diakses oleh siswa dan orang tua. Rapor digital memudahkan dalam memberikan umpan balik yang lebih cepat dan mendetail kepada siswa.   Fitur Komunikasi dan Pengumuman Fitur ini memungkinkan pihak sekolah untuk mengirim pengumuman penting, jadwal acara, dan informasi lainnya kepada siswa dan orang tua melalui aplikasi, memastikan informasi selalu tersampaikan dengan cepat dan akurat.   Fitur Manajemen Perpustakaan Fitur ini bisa dalam mengurus manajemen perpustakaan sekolah seperti pengelolaan inventaris buku, peminjaman dan pengembalian buku yang dapat dilakukan secara digital, hal ini membuat perpustakaan sekolah lebih terstuktur dan mudah diakses oleh murid.   Fitur Pengelolaan Fasilitas Sekolah Fitur ini bisa membantu pengelolaan dalam penggunaan fasilitas sekolah seperti aula, ruang kelas, laboratorium, dan lapangan olahraga. Baca Juga : Bingung dengan Tugas Tata Usaha? Gunakan Aplikasi Sekolah untuk Kemudahan Tugas Anda Penggunaan aplikasi manajemen sekolah merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital saat ini. Dengan berbagai fitur yang ditawarkan, aplikasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional sekolah, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyediakan alat yang bisa mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik. Dengan demikian, sekolah dapat lebih fokus pada tujuan utamanya, yaitu memberikan pendidikan berkualitas tinggi kepada siswa.   Bagaimana tertarik menggunakan Software Administrasi ini? Segera kunjungi laman resminya di https://adminsekolah.net Atau coba gratis demonya di demo.adminsekolah.net Info Selengkapnya: Telp/WA : 0812-3364-0003 Telp/WA: 0852-2201-0003

Standard

Aplikasi Sekolah Solusi Manajemen Data Sekolah

Administrator sekolah sering menghadapi sejumlah tantangan dalam pengolahan data, mengingat jumlah dan keragaman informasi yang harus mereka kelola. Seperti data sekolah, data siswa, data pegawai, data keuangan, data presensi, data inventaris, dan data-data lainnya. Beberapa Masalah Umum yang Dihadapi Administrator Integrasi Sistem Banyak sekolah menggunakan berbagai sistem untuk keperluan yang berbeda-beda, seperti sistem manajemen siswa, sistem keuangan, dan lain-lain. Menyatukan data dari sistem-sistem ini untuk mendapatkan pandangan yang holistik seringkali bisa menjadi tugas yang rumit. Keamanan Data Keamanan data menjadi kekhawatiran utama. Informasi pribadi siswa dan staf sekolah harus dijaga dengan ketat untuk melindungi privasi dan mencegah akses yang tidak sah. Ketidakkonsistenan Data Data yang tidak konsisten atau tidak terstandarisasi dapat menyulitkan analisis dan pelaporan. Administrasi sekolah perlu memastikan bahwa data yang dikumpulkan sesuai dengan standar tertentu. Keterbatasan Sumber Daya Sekolah sering menghadapi keterbatasan sumber daya, baik itu dari segi keuangan maupun personel. Ini bisa membatasi kemampuan mereka untuk menginvestasikan dalam teknologi yang diperlukan atau untuk mempekerjakan personel yang dapat mengelola data dengan efektif. Ketersediaan Infrastruktur IT yang Tidak Memadai Infrastruktur IT yang kurang memadai dapat menjadi hambatan. Ini mencakup konektivitas internet yang lambat, perangkat keras yang usang, atau kekurangan perangkat lunak yang dibutuhkan.   Baca Juga: Mulai Atur Keuangan Sekolah secara Efektif dengan Laporan Keuangan Sederhana   Pembaruan dan Pemeliharaan Sistem Pemeliharaan dan pembaruan sistem perangkat lunak dan perangkat keras merupakan aspek penting dalam pengelolaan data. Mengelola pembaruan ini tanpa mengganggu operasional sekolah bisa menjadi tantangan tersendiri. Mengatasi tantangan-tantangan ini memerlukan perencanaan yang baik, investasi dalam pelatihan dan sumber daya, serta kebijakan yang jelas terkait dengan pengelolaan data. Untuk mengatasi masalah-masalah di atas lembaga sekolah dapat menggunakan aplikasi sekolah yang dapat mengatasi malasah di atas dalam satu sistem.   Aplikasi sekolah Membantu Menyelesaikan Masalah Administrasi Manajemen Data Tersimpan dengan Baik Data-data sekolah seperti data sekolah, data siswa, data pegawai, data keuangan, data presensi tersimpah dan terolah dengan baik di sistem aplikasi sekolah.Tidak perlu menggunakan aplikasi yang berbeda-beda karena aplikasi ini mencakup semua manajemen data sekolah.  Anda tidak perlu khawatir data hilang karena semua data tersimpat di cloud sehingga bisa dibuka kapan saja dan dimana saja menggunakan jaringan internet. Konsistensi Data Adanya standarisasi dalam data keuangan sehingga memudahkan dalam pembuatan laporan. Seperti akun biaya, pos bayar, dan jenis bayar akan tersetting oleh sistem. Bendahara atau admin dapat memasukkan data dengan mudah dan jenis pembayaran dapat terkelompok sesuai akun biaya, pos bayarnya, dan jenis bayarnya. Pelayanan Afters Sales  Aplikasi Sekolah menyediakan after sales yang dapat membantu lembaga sekolah untuk mengatasinya keterbatasan SDM, infrastruktur, dan pemeliharaan sistem. Akan diadakan pelatihan aplikasi sebanyak 3x secara gratis melalui Zoom Meeting, disini SDM yang akan dibimbing mengoperasikan aplikasi. Apabila selama penggunaan dirasa ada yang dibingungkan, tim aplikasi siap membantu Anda. Selama berlangganan akan ada full customer support yang membantu Anda mengatasi kendala dalam pengoperasian aplikasi. Aplikasi ini tidak hanya dibuka di PC ataupun laptop, semisal lembaga memiliki keterbatasan perangkat dan jaringan. Aplikasi ini dapat dioperasikan di tab maupun handphone dan dapat diakses menggunakan data seluler sehingga tidak ada kata “Tidak Ada Perangkat yang Mendukung”.   Tertarik untuk mengetahui lebih lengkap terkait Aplikasi Sekolah?  Coba demonya langsung di demo.adminsekolah.net  atau  Hubungi admin kami untuk agendakan Zoom di 0812-3364-0003

Standard

Pentingnya Jurnal Mengajar dalam Teknis Pembelajaran

Jurnal mengajar merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang wajib dimiliki oleh guru. Jurnal mengajar merupakan dokumen perangkat pembelajaran guru yang pengisiannya secara terus menerus setiap melaksanakan pembelajaran.  Sedangkan pengertian jurnal pembelajaran adalah catatan pertemuan dalam suatu kelas pembelajaran. Jurnal pembelajaran wajib diisi oleh setiap guru sebagai bukti terlaksananya suatu pembelajaran di kelas tertentu. Ini membuktikan bahwa pentingnya jurnal mengajar dalam teknis pembelajaran.   Fungsi Jurnal mengajar Jurnal mengajar memiliki fungsi penting dalam pelaksanaan pembelajaran. Pentingnya jurnal mengajar berguna untuk mencatat hal-hal terjadi dalam proses pembelajaran. Fungsi jurnal mengajar sebagai rekaman kegiatan pembelajaran, sehingga sering disebut juga sebagai jurnal reflekif guru. Melalui jurnal mengajar tersebut, guru akan dapat menganalisis jenis hambatan pembelajaran dan juga kemajuan proses pembelajaran. Jurnal mengajar juga dapat menjadi acuan atau tolok ukur kualitas penyelenggaraan pembelajaran.   Manfaat Jurnal Mengajar Adanya jurnal mengajar dapat mempermudah Bapak dan Ibu Guru dalam mengingat kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di sekolah setiap harinya, sehingga semua kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh Bapak dan Ibu Guru akan terlaksana dengan baik tanpa ada yang ketinggalan.  Tak hanya itu, berikut beberapa manfaat lainnya yang dapat Bapak dan Ibu Guru peroleh dari penyusunan jurnal kelas harian mengajar guru, yaitu:   Baca Juga: Istilah-Istilah dalam Kurikulum Merdeka yang Wajib Diketahui Pengajar  Pengembangan Soal Menggunakan Level Kognitif   – Membantu guru mencapai target tujuan pembelajaran. – Membantu guru dalam memanajemen waktu kegiatan belajar mengajar di kelas. – Meningkatkan produktivitas dan kreativitas guru. – Melatih tanggung jawab guru. – Pembahasan materi mata pelajaran jadi tersusun secara sistematis.   Penyusunan Jurnal Mengajar Dalam mengimplementasikan jurnal mengajar, ada beberapa langkah yang perlu guru lakukan. Pertama, guru perlu menyusun jurnal harian yang mencakup semua aspek pembelajaran, seperti alur tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, hasil evaluasi, dan refleksi. Guru kelas harus menyusun Jurnal secara teratur dan dan mengisi semua komponen setiap hari.   Kondisi Penyusunan dan Pengisian Jurnal Mengajar Saat Ini Nyatanya saat ini, masih banyak guru atau tenaga pendidik yang masih menggunakan jurnal mengajar secara manual. Menggunakan hasil cetak kemudian dijadikan buku jurnal. Guru perlu membawa jurnal tersebut jika perpindah dari kelas lainnya karena perlu mengabsen siswa menggunakan jurnal mengajar. Pengisian jurnal mengajar yang dilakukan secara manual pun memiliki resiko seperti mudah rusak baik tersobek, terkena air dan resiko hilang (human error). Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang membantu guru atau tenaga pendidik untuk mengisi jurnal mengajar secara mudah, meminimalkan resiko kerusakan, kehilangan, dan human error.   Solusi Jurnal Mengajar Online Dengan majunya perkembangan zaman, pengisian jurnal mengajar semakin mudah karena dibantu dengan kemajuan teknologi saat ini.  Fitur Jurnal Mengajar by AdminSekolah menjadi solusi para guru dan tenaga pendidik untuk dapat mengisi jurnal mengajar secara mudah dan dapat meminimalisir rusaknya data, hilangnya data, dan human error. Selain itu, jurnal mengajar by AdminSekolah dapat diakses melalui smartphone sehingga mudah untuk dibawa mobilitas sehari-hari.   ================================================================================================   Ingin mencoba fitur jurnal mengajar by AdminSekolah? Coba gratis demo-nya di demo.adminsekolah.net Atau Hubungi admin kami di wa.me/6281233640003 

Standard

8 Standar Nasional Pendidikan Berdasarkan Peraturan Pemerintah

Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem Pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ada 8 Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan digunakan pada Pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan masyarakat pada Jalur Pendidikan formal, Jalur Pendidikan nonformal, dan Jalur Pendidikan informal.  8 Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum dan penyelenggaraan Pendidikan untuk mewrrjudkan tujuan Pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu Pendidikan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.    8 Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Merupakan kriteria minimal tentang kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan capaian kemampuan Peserta Didik dari hasil pembelajarannya pada akhir Jenjang Pendidikan. Standar kompetensi lulusan sebagaimana dimaksud dirumuskan berdasarkan: tujuan Pendidikan nasional; tingkat perkembangan Peserta Didik; kerangka kualifikasi nasional Indonesia; dan jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan. Standar kompetensi lulusan sebagaimana dimaksud digunakan sebagai pedoman dalam penentuan kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan. Tiap satuan pendidikan memiliki perpedaan dalam standar kelulusan. Satuan Pendidikan PAUD Standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini sebagaimana dimaksud pada ayat (1) difokuskan pada aspek perkembangan anak yang mencakup: a. nilai agama dan moral; b. fisik motorik; c. kognitif; d. bahasa; dan e. sosial emosional. Satuan Pendidikan Dasar Pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan dasar difokuskan pada penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila serta kompetensi literasi dan numerasi Peserta Didik.  Satuan Pendidikan Menengah Pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan menengah umum difokuskan pada pengetahuan untuk meningkatkan kompetensi Peserta Didik agar dapat hidup mandiri dan mengikuti Pendidikan lebih lanjut.  Standar Pendidikan Menengah Kejuruan Pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan menengah kejuruan difokuskan pada keterampilan untuk meningkatkan kompetensi Peserta Didik agar dapat hidup mandiri dan mengikuti Pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.  Standar Pendidikan Pendidikan Tinggi Pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan tinggi difokuskan pada persiapan Peserta Didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia, memiliki pengetahLlan, keterampilan, kemandirian, dan sikap untuk menemukan, mengembangkan, serta menerapkan ilmu pengetahLlan, teknologi, dan seni, yang bermanfaat bagi kemanusiaan.    Baca Juga: Tugas Utama Kepala Sekolah secara Umum   Standar Isi Merupakan kriteria minimal yang mencakup rLrang lingkup materi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan tertentu. Ruang lingkup materi dirumuskan berdasarkan: muatan wajib sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan; konsep keilmuan; dan jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan.   Standar Proses Merupakan kriteria minimal proses pembelajaran berdasarkan jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.  Standar proses meliputi:  Perencanaan pembelajaran Perencanaan pembelajaran merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pendidik untuk merumuskan capaian pembelajaran yang menjadi tujuan belajar dari suatu unit pembelajaran, cara untuk mencapai tujuan belajar dan cara menilai ketercapaian tujuan belajar. Pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran diselenggarakan dalam suasana belajar yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi aktif; dan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis Peserta Didik.   Penilaian proses pembelajaran Penilaian proses pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf c merupakan asesmen terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. penilaian proses pembelajaran selain dilaksanakan oleh pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dapat dilaksanakan oleh:  sesama pendidik → merupakan asesmen oleh sesama pendidik atas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik yang bersangkutan  kepala Satuan Pendidikan → merupakan asesmen oleh kepala Satuan Pendidikan pada Satuan Pendidikan tempat pendidik yang bersangkutan atas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik yang bersangkutan;  Peserta Didik → merupakan asesmen oleh Peserta Didik yang diajar langsung oleh pendidik yang bersangkutan atas pelaksanaan pembelajaran yang dilakukannya.    Standar Penilaian Pendidikan Merupakan kriteria minimal mengenai mekanisme penilaian hasil belajar Peserta Didik. Mekanisme penilaian meliputi perumusan tujuan penilaian, pemilihan dan/atau pengembangan instrumen penilaian, pelaksanaan penilaian, pengolahan hasil penilaian, dan  pelaporan hasil penilaian. Penjabaran penilaian lebih lengkap dapat dilihat di Bagian Kelima Pasal 16 hingga Pasal 19 (PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2021 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN)   Standar Tenaga Kependidikan Standar pendidik merupakan kriteria minimal kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki pendidik untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai teladan, perancang pembelajaran, fasilitator, dan motivator Peserta Didik.   Kriteria minimal kualifikasi pendidik meliputi:  sarjana untuk pendidik pada pendidikan anak usia dini jalur formal, dan pendidik pada Jenjang Pendidikan dasar dan menengah jalur formal;  magister atau magister terapan untuk pendidik pada Jenjang Pendidikan tinggi program diploma dan sarjana;  doktor atau doktor terapan untuk pendidik pada Jenjang Pendidikan tinggi program magister dan doktor; dan  magister atau magister terapan berpengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun yang relevan dengan program studi untuk pendidik pada pendidikan profesi.  Untuk kriteria dan butir lengkap terkait standar pendidik pada Pasal 20 sampai Pasal 24   Baca Juga: Saatnya Ubah Administrasi Kesiswaan Manual ke Administrasi Digital   Standar Sarana dan Prasarana Merupakan kriteria minimal sarana dan prasarana yang harus tersedia pada Satuan Pendidikan dalam penyelenggaraan Pendidikan. Standar sarana dan prasarana ditentukan dengan prinsip: menunjang penyelenggaraan pembelajaran yang aktif, kreatif, kolaboratif, menyenangkan, dan efektif;  menjamin keamanan, kesehatan, dan keselamatan;  ramah terhadap penyandang disabilitas; dan  ramah terhadap kelestarian lingkungan.    Standar Pengelolaan Merupakan kriteria minimal mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan yang dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan agar penyelenggaraan Pendidikan efisien dan efektif.  Pelaksanaan kegiatan Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 merupakan tindakan untuk menggerakkan dan menggunakan seluruh sumber daya yang tersedia di Satuan Pendidikan, dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Pengawasan kegiatan Pendidikan dilaksanakan oleh: a. kepala Satuan Pendidikan; b. pemimpin perguruan tinggi; c. komite sekolah/madrasah; d. Pemerintah Pusat; dan/atau e. Pemerintah Daerah, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.   Standar Pembiayaan Merupakan kriteria minimal mengenai komponen pembiayaan Pendidikan pada Satuan Pendidikan. Pembiayaan Pendidikan terdiri atas biaya investasi dan biaya operasional.   ================================================================================================ Ingin mengelola kegiatan administrasi dan keuangan sekolah dengan sistem digital? Coba Demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net

Standard

Tugas Utama Kepala Sekolah secara Umum

Mungkin menurut masyarakat umum peran dan tugas utama kepala sekolah hanya sebagai pemimpin manajerial di sekolah. Padahal, ada banyak rincian tugas lainnya yang telah ditetapkan dalam Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud).   Tugas Pokok Kepala Sekolah    Menurut KBBI Kepala sekolah adalah orang (guru) yang memimpin suatu sekolah; guru kepala. Sedangkan menurut Permendikbud nomor 6 tahun 2018, Kepala Sekolah adalah guru yang diberi tugas untuk memimpin dan mengelola satuan pendidikan yang meliputi taman kanak-kanak (TK), taman kanak-kanak luar biasa (TKLB), sekolah dasar (SD), sekolah dasar luar biasa (SDLB), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah atas luar biasa (SMALB), atau Sekolah Indonesia di Luar Negeri. Berikut tugas utama kepala sekolah berdasarkan permendikbud nomor 6 tahun 2018:   Baca Juga: Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru   Beban Kerja Kepala Sekolah   Beban kerja Kepala Sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan sekolah, dan sebagai supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.   Meningkatkan Mutu sesuai Standar Nasional Pendidikan   Beban kerja kepala sekolah yang telah dijabarkan sebelumnya bertujuan untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah berdasarkan pada 8 (delapan) standar pendidikan nasional.   Melakukan Proses Belajar Mengajar   Dalm hal terjadi kekurangan guru pada satuan pendidikan, kepala sekolah dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan agar proses pembelajaran atau pembimbingan tetap berlangsung pada satuan pendidikan yang bersangkutan.   Kepala Sekolah yang melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan sebagaimana dimaksud sebelumnya merupakan tugas tambahan di luar tugas pokoknya.   Promosi Kebudayaan Indonesia   Selain melaksanakan manajerial, kewirausahaan, sebagai supervisi, dan melakukan proses belajar mengajar. Kepala sekolah juga perlu melakukan promosi kebudayaan Indonesia. Tugas ini diberikan khusus untuk Kepala Sekolah yang menjabat di SILN (Sekolah Indonesia di Luar Negeri).     Keberhasilan kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya, banyak ditentukan oleh kepeminpinan kepala sekolah. Kepemimpinan merupakan faktor paling pentinf dalam menunjang tercapainya tujuan organisasi sekolah.   Apabila kepala sekolah mampu untuk menggerakkan, membimbing, dan mengarahkan anggota secara tepat, maka segala kegiatan yang ada dalam organisasi sekolah akan bisa terlaksana secara efektif. Sebaliknya, bila tidak bisa menggerakkan anggota secara efektif, tidak akan bisa mencapai tujuan secara optimal.   Tentu keberhasilan kepala sekolah akan berjalan lebih mudah dengan kerja sama dari seluruh warga sekolah.    ================================================================================================ Ingin mengelola kegiatan administrasi dan keuangan sekolah dengan sistem digital? Coba Demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net

Standard

Istilah-Istilah dalam Kurikulum Merdeka yang Wajib Diketahui Pengajar

Istilah dalam Kurikulum Merdeka – Kurikulum Merdeka diluncurkan oleh Mendikbudristek pada Februari 2022 sebagai program Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang esensial dan pada pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila. Pada tahun 2023 ini Kurikulum Merdeka akan diterapkan secara nasional. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo menyatakan sebanyak 80 persen sekolah di Indonesia (semua jenjang) sudah menerapkan Kurikulum Merdeka. “80 persen sekolah di Indonesia sudah mengadopsi Kurikulum Merdeka untuk menggantikan kurikulum sebelumnya, hal ini terus berkembang sejak awal 2022. Saat Kurikulum Merdeka kita kenalkan kepada satuan pendidikan,” kata Andindito. Ada beberapa istilah baru yang terdapat dalam Kurikulum Merdeka Belajar yang perlu diketahui dan dipahami oleh para pengajar agar implementasi kurikulum merdeka ini betul-betul terlaksana dengan baik sesuai harapan pemerintah.    Istilah-Istilah dalam Kurikulum Merdeka Capaian Pembelajaran (CP) Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase perkembangan. CP mencakup sekumpulan kompetensi dan lingkup materi, yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi. CP untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) terdiri atas satu fase, yaitu fase Fondasi. CP untuk pendidikan dasar dan menengah terdiri dari 6 fase, yaitu fase A hingga fase F, yang meliputi seluruh mata pelajaran di jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, SDLB, SMPLB, SMALB, Paket A, Paket B, dan Paket C), sesuai dengan pembagian berikut:   Fase dan Jenjang/Kelas Fase A: Kelas 1-2 SD/MI/SDLB/Paket A Fase B: Kelas 3-4 SD/MI/SDLB/Paket A Fase C: Kelas 5-6 SD/MI/SDLB/Paket A Fase D: Kelas 7-9 SMP/MTs/SMPLB/Paket B Fase E: Kelas 10 SMA/MA/SMALB/Paket C, SMK/MAK Fase F: Kelas 11-12 SMA/MA/SMALB/Paket C, SMK/MAK   Baca Juga: Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru   Sekolah Luar Biasa Fase A: usia mental ≤ 7 tahun Fase B: usia mental ± 8 tahun Fase C: usia mental ± 8 tahun Fase D: usia mental ± 9 tahun Fase E: usia mental ± 10 tahun Fase F: usia mental ± 10 tahun   Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian Tujuan Pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis di dalam fase pembelajaran untuk murid dapat mencapai Capaian Pembelajaran tersebut. – ATP menjadi panduan guru dan murid untuk mencapai Capaian Pembelajaran di akhir suatu fase. – Setiap poin dalam Alur Tujuan Pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu. – Guru dapat menyusun Alur Tujuan Pembelajaran masing-masing menyesuaikan dengan konteks dan kebutuhan anak-anak di kelas yang diampu. – Pemerintah menyediakan beberapa contoh Alur Tujuan Pembelajaran yang bisa langsung digunakan atau dimodifikasi, dan membuat panduan untuk penyusunan perangkat ajar.   Modul Ajar (MA) Modul ajar merupakan salah satu jenis perangkat ajar yang memuat rencana pelaksanaan pembelajaran, untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai Capaian Pembelajaran (CP). Jika satuan pendidikan menggunakan modul ajar yang disediakan pemerintah, maka modul ajar tersebut dapat dipadankan dengan RPP Plus, karena modul ajar tersebut memiliki komponen yang lebih lengkap dibanding RPP. Jika satuan pendidikan mengembangkan modul ajar secara mandiri, maka modul ajar tersebut dapat dipadankan dengan RPP. Satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai perangkat ajar, termasuk modul ajar atau RPP, dengan kelengkapan komponen dan format yang beragam sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan murid. Modul ajar sekurang-kurangnya berisi tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran (yang mencakup media pembelajaran yang akan digunakan), asesmen, serta informasi dan referensi belajar lainnya yang dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran.   Profil Pelajar Pancasila Dalam Kurikulum Merdeka Belajar, Bapak dan Ibu guru akan sering mendengar dan menggunakan istilah Profil Pelajar Pancasila. Apa itu Profil Pelajar Pancasila? Profil Pelajar Pancasila merupakan sejumlah karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk diraih oleh peserta didik, yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila. Ada enam elemen utama yang harus dimiliki oleh Pelajar Pancasila, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Profil Pelajar Pancasila dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap pelajar melalui: budaya sekolah, pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.   Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) Jika dalam Kurikulum 2013, kriteria ketuntasan belajar siswa ditentukan oleh KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) pada setiap mata pelajaran, dalam Kurikulum Merdeka Belajar istilah ini tidak lagi digunakan dan digantikan dengan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). KKTP adalah serangkaian kriteria atau indikator yang menunjukkan sejauh mana peserta didik telah mencapai kompetensi pada tujuan pembelajaran. Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran nantinya berfungsi untuk merefleksikan proses pembelajaran dan menganalisis tingkat penguasaan kompetensi peserta didik agar dapat membantu pendidik dalam memperbaiki proses pembelajaran dan memberikan tindak lanjut yang sesuai dengan kompetensi  peserta didik. KKTP juga bermanfaat untuk memberikan informasi konkret dan komprehensif dalam laporan hasil belajar peserta didik. Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih atau menyusun instrumen asesmen. Sehingga, asesmen yang dipilih benar-benar sesuai dengan tujuan dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah disusun.    Teaching at the Right Level (TaRL) Istilah dalam Kurikulum Merdeka Belajar lainnya yang harus Bapak dan Ibu guru pahami adalah Teaching at The Right Level (TaRL). Teaching at the Right Level (TaRL) adalah pendekatan pengajaran yang tidak hanya berpusat pada tingkatan kelas saja, tapi juga kesiapan belajar siswa. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan setiap siswa mendapatkan hak belajar yang sama, mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, dan memberikan waktu yang cukup pada siswa untuk membangun serta meningkatkan kompetensi numerasi dan literasi yang dimiliki.   Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan (KOSP) Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan (KOSP) adalah istilah dalam Kurikulum Merdeka Belajar yang memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran. Istilah KOSP ini sama saja dengan istilah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Itulah beberapa istilah dalam Kurikulum Merdeka Belajar yang akan sering Bapak dan Ibu guru temui dan gunakan saat sekolah tempat Bapak dan Ibu guru mengajar menerapkan kurikulum baru ini.   ================================================================================== Ingin mengelola kegiatan administrasi dan keuangan sekolah dengan sistem digital? Coba Demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net

Standard

Kendala yang Sering Dihadapi Staf Administrasi Sekolah

Staf administrasi sekolah sering menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Beberapa kendala yang umum dialami oleh staf administrasi sekolah meliputi: Kendala yang Dialami Staf Administrasi Beban Kerja yang Tinggi Staf administrasi sekolah seringkali memiliki tanggung jawab yang banyak dan beragam. Mereka harus mengurus pendaftaran siswa, administrasi keuangan, pengelolaan data, surat menyurat, dan tugas-tugas lainnya. Beban kerja yang tinggi dapat menyebabkan stres dan kelelahan, serta berpotensi mengganggu produktivitas. Kurangnya Sumber Daya Staf administrasi sekolah seringkali menghadapi kendala dalam hal sumber daya, baik itu dalam bentuk anggaran, personel, atau peralatan. Kurangnya anggaran dapat membatasi kemampuan mereka untuk memperoleh peralatan atau perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan tugas-tugas administratif dengan efisien. Selain itu, jika staf administrasi sekolah terbatas, mereka mungkin kesulitan dalam menangani beban kerja yang tinggi. Perubahan Kebijakan dan Regulasi Kebijakan dan regulasi pendidikan sering mengalami perubahan, baik itu di tingkat pemerintah pusat maupun daerah. Staf administrasi sekolah harus selalu mengikuti perubahan tersebut dan mengadaptasi prosedur administratif sesuai dengan perubahan tersebut. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan dan membutuhkan waktu dan upaya tambahan.   Baca Juga: Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru   Komunikasi yang Tidak Efektif Staf administrasi sekolah sering berinteraksi dengan berbagai pihak, termasuk guru, siswa, orang tua, dan pihak luar lainnya. Tantangan dalam komunikasi yang tidak efektif, seperti kesalahpahaman atau ketidakjelasan informasi, dapat mempengaruhi alur kerja dan hubungan antarstaf. Teknologi yang Tidak Memadai Penggunaan teknologi yang kurang memadai atau perangkat lunak yang usang dapat menjadi kendala bagi staf administrasi sekolah. Misalnya, sistem administrasi sekolah yang tidak terintegrasi atau sulit digunakan dapat menghambat efisiensi kerja dan mengakibatkan duplikasi data atau kesalahan. Ketidakmampuan dalam Menghadapi Konflik Staf administrasi sekolah sering berhadapan dengan konflik antara siswa, orang tua, atau guru. Ketidakmampuan dalam mengelola konflik secara efektif dapat mengganggu tugas administratif dan menciptakan ketegangan di lingkungan sekolah. Tuntutan Tugas yang Beragam Staf administrasi sekolah harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas untuk menangani tugas-tugas administratif yang beragam. Mereka perlu memiliki pemahaman tentang keuangan, manajemen data, komunikasi, dan peraturan pendidikan. Tuntutan tugas yang beragam ini dapat menimbulkan tantangan dalam menguasai semua aspek tersebut. Menghadapi kendala-kendala tersebut, penting bagi staf administrasi karena dengan menghadapi kendala kinerja staf administrasi menjadi lebih efektif. Lalu, bagaimana cara menghadapi kendala di atas? Cara Menghadapi Kendala Staf Administrasi Mengatasi kendala dalam administrasi sekolah memerlukan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda pertimbangkan: Identifikasi Kendala Analisislah masalah-masalah spesifik yang muncul dalam administrasi sekolah. Ini bisa mencakup masalah dengan sistem pencatatan, koordinasi antar departemen, komunikasi internal, atau pengelolaan sumber daya. Tim Administrasi yang Efektif Pastikan bahwa tim administrasi sekolah terdiri dari individu yang memiliki keterampilan dan pengalaman yang sesuai dengan tugas mereka. Berikan pelatihan dan dukungan yang diperlukan untuk memastikan kinerja yang baik. Pelatihan dan Pengembangan Berikan pelatihan reguler kepada staf administrasi tentang praktik terbaik, perubahan dalam peraturan, dan perkembangan teknologi terbaru. Ini akan membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Evaluasi dan Peningkatan Berkelanjutan Lakukan evaluasi berkala terhadap proses administrasi yang ada. Identifikasi area di mana perbaikan diperlukan dan lakukan tindakan perbaikan yang sesuai. Ingatlah bahwa perubahan dalam administrasi sekolah mungkin memerlukan waktu dan upaya yang signifikan. Penting untuk bersabar dan melibatkan semua pihak yang terlibat dalam proses perubahan. Automatisasi dan Teknologi Gunakan teknologi untuk mengotomatisasi beberapa tugas administratif. Sistem manajemen sekolah (SMS) membantu mengintegrasikan berbagai aspek administrasi, seperti keuangan, penjadwalan, dan catatan siswa. Bila staf administrasi ingin menggunakan automatisasi dan teknologi bisa mencoba aplikasi AdminSekolah. Mudah mengelola administrasi dan manajemen sekolah secara online. Mulai dari Manajemen Siswa Manajemen Pegawai Manajemen Akademik Manajemen Keuangan Manajemen Laporan-Laporan Manajemen Alumni Manajemen Pimpinan   Dilengkapi dengan fitur-fitur yang memudahkan komunikasi dengan wali santri/wali murid, seperti: Kirim notifikasi pembayaran, tagihan, dan slip gaji melalui WhatsApp Android untuk Wali Santri/Wali Murid Android untuk Presensi Pegawai Pembayaran Online Akses Demonya Secara Gratis di demo.adminsekolah.net  Hubungi Admin Kami di   wa.me/6281233640003

Standard

Kebijakan Sekolah Ramah Anak

Kebijakan sekolah ramah anak adalah pendekatan dan panduan yang diimplementasikan oleh sekolah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, aman, dan memberdayakan bagi semua siswa. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif, inklusif, dan memungkinkan perkembangan holistik anak-anak. Contoh Kebijakan Sekolah Ramah Anak Anti-Pelecehan dan Anti-Bullying Sekolah harus memiliki kebijakan nol toleransi terhadap pelecehan fisik atau verbal serta tindakan bullying. Siswa perlu merasa aman dan nyaman di sekolah, sehingga mereka dapat berfokus pada pembelajaran tanpa rasa takut. Kurikulum yang Inklusif Mengadopsi kurikulum yang memperhatikan keberagaman siswa dan menyediakan beragam peluang pembelajaran untuk semua siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus atau berbakat. Partisipasi dan Keterlibatan Orang Tua Mendorong partisipasi aktif orang tua dalam kegiatan sekolah dan memberikan ruang bagi mereka untuk berinteraksi dengan staf sekolah, guru, dan pimpinan sekolah.   Baca Juga: Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru   Penguatan Keterampilan Sosial Membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional mereka, termasuk kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, bekerja sama, dan mengatasi konflik dengan cara yang sehat. Lingkungan Fisik yang Aman dan Ramah Memastikan fasilitas sekolah aman dan memadai serta mendukung kegiatan belajar yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak. Peningkatan Kesadaran dan Pendidikan Mengadakan pelatihan dan workshop untuk staf sekolah dan guru mengenai topik-topik seperti pelecehan, bullying, kekerasan, inklusivitas, dan isu-isu kesehatan mental yang berhubungan dengan anak-anak. Penghargaan dan Pengakuan Mengakui prestasi siswa dalam berbagai bidang, memperkuat rasa percaya diri mereka, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan positif. Menanggapi Kebutuhan Khusus Memberikan dukungan khusus kepada siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus atau masalah kesehatan mental untuk memastikan bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dalam belajar. Berpartisipasi dalam Program Pemberdayaan Anak Mengikutsertakan siswa dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi mereka, misalnya melalui dewan siswa atau kelompok-kelompok konsultasi yang melibatkan siswa dalam merancang kebijakan sekolah. Fasilitasi Konseling dan Dukungan Emosional Menyediakan layanan konseling bagi siswa yang memerlukan dukungan emosional atau bantuan dalam mengatasi tantangan pribadi. Pihak sekolah juga perlu untuk mengawasi siswa yang mengalami perubahan emosional dengan mengajaknya berbicara. Jadi pihak sekolah tidak hanya menunggu tetapi juga mengambil langkah tindakan secara langsung. Kebijakan sekolah ramah anak akan membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, dan akademik anak-anak. Hal ini juga akan membantu menciptakan siswa yang lebih bahagia, termotivasi, dan siap menghadapi masa depan dengan percaya diri.   ========================================================================================   Ingin mengelola administrasi dan manajemen sekolah secara online atau digital? Pembuatan laporan keuangannya pun sudah otomatis?  Coba demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net

Standard

Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru

Meningkatkan kinerja guru adalah tujuan penting dalam dunia pendidikan, karena guru memiliki peran sentral dalam membentuk masa depan generasi muda. Untuk meningkatkan kinerja guru, seorang kepala sekolah dapat mengambil beberapa langkah strategis dan proaktif. Berikut adalah beberapa cara kepala sekolah meningkatkan kinerja guru: Komunikasi yang efektif Kepala sekolah harus memiliki komunikasi yang terbuka dan efektif dengan para guru. Ini termasuk menyediakan waktu untuk mendengarkan masukan dan masalah yang dihadapi oleh guru, serta memberikan umpan balik konstruktif secara teratur. Penilaian kinerja yang adil Menggunakan penilaian kinerja yang obyektif dan adil untuk menilai kinerja guru. Evaluasi ini harus didasarkan pada kriteria yang jelas dan mencakup aspek seperti kualitas pengajaran, partisipasi dalam kegiatan sekolah, dan kemajuan siswa. Pelatihan dan pengembangan profesional Memberikan kesempatan bagi guru untuk mengikuti pelatihan dan program pengembangan profesional. Ini membantu mereka meningkatkan keterampilan pengajaran mereka, mengikuti perkembangan terkini dalam pendidikan, dan memperoleh wawasan baru tentang metode pengajaran yang efektif. Berikan dukungan dan sumber daya yang memadai Pastikan guru memiliki dukungan dan sumber daya yang memadai untuk menghadapi tantangan dalam mengajar. Ini termasuk akses ke bahan ajar yang mutakhir, teknologi, dan perangkat lunak yang diperlukan. Dorong kolaborasi dan pertukaran ide Fasilitasi lingkungan yang mendorong kolaborasi antara para guru. Pertukaran ide dan pengalaman dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan memungkinkan guru untuk belajar satu sama lain.   Baca Juga: 10 Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Mutu Pendidikan   Beri pengakuan atas prestasi Berikan pengakuan dan apresiasi atas prestasi guru. Ini dapat mencakup penghargaan, pujian di depan kolega, atau kesempatan untuk berbagi keberhasilan mereka dengan pihak lain. Pembinaan dan mentoring Selain pelatihan, juga pertimbangkan program pembinaan atau mentoring yang membantu guru baru atau yang berkinerja rendah untuk meningkatkan kemampuan mereka. Perhatikan kesejahteraan guru Pastikan kesejahteraan guru dijaga dengan memberikan lingkungan kerja yang aman, dukungan emosional, dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Libatkan orang tua dan siswa Involusi orang tua dan siswa dalam proses pembelajaran dapat membantu meningkatkan kinerja guru. Mereka dapat memberikan masukan berharga dan dukungan yang diperlukan dalam mendukung upaya guru. Monitor dan tindak lanjuti Kepala sekolah harus melakukan pemantauan terus-menerus terhadap kinerja guru dan menyediakan umpan balik secara teratur. Jika ada area yang memerlukan perbaikan, lakukan tindakan lanjutan untuk membantu guru mencapai potensinya. Ingatlah bahwa meningkatkan kinerja guru adalah proses yang berkelanjutan dan memerlukan komitmen yang kuat dari kepala sekolah serta dukungan dari seluruh staf dan komunitas sekolah. Semoga artikel “Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru”.   Bila ingin mencoba administrasi kesiswaan secara digital bisa coba demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net

Jangan Lewatkan Kesempatan Ini!!!
Promo Hemat Up To 2JUTA
Claim Promo Sekarang
Kouta Terbatas!!!
Tim CS kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!