Category: Biografi

shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
Standard

Bye Data Siswa Hilang! Kelola Rapi data dengan Aplikasi Manajemen Sekolah

Aplikasi Manajemen Sekolah Pendidikan merupakan sektor penting yang menjadi dasar kemajuan masyarakat melalui upaya mewujudkan suasana belajar. Pendidikan tak hanya perihal belajar di kelas dengan buku saja, namun pendidikan sekolah lebih komplek lagi. Ada yang namanya manajemen sekolah.    Manajemen sekolah dapat diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan pengolahan proses pendidikan untuk mencapai latar belakang school management. Manajemen sekolah adalah proses mengelola sekolah dengan merencanakan, mengorganisasikan, mengajar, dan mengawasinya untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.   Dalam era digital saat ini, teknologi telah merambah ke berbagai sektor, termasuk pendidikan. Aplikasi manajemen sekolah hadir sebagai solusi modern untuk membantu sekolah dalam mengelola berbagai aspek operasional dengan lebih efisien dan efektif. Berikut beberapa manfaat dan fitur utama dari aplikasi manajemen sekolah. Baca Juga : PROMO SPEKTAKULER BACK TO SCHOOL Manfaat Aplikasi Manajemen Sekolah:   Efisiensi Operasional Aplikasi manajemen sekolah memungkinkan untuk melakukan otomatisasi berbagai tugas administratif, seperti pendaftaran siswa, pengelolaan jadwal pelajaran, dan pengaturan absensi. Hal ini bisa mengurangi beban kerja staf administratif dan memungkinkan mereka fokus untuk mengerjakan tugas-tugas yang lebih penting.   Peningkatan Komunikasi Aplikasi ini menyediakan platform komunikasi yang lebih baik antara guru, siswa, dan orang tua. Melalui fitur pesan instan, pengumuman, dan portal informasi, semua pihak dapat dengan mudah berbagi informasi terbaru dan bisa berkomunikasi secara real-time.   Akses Informasi yang Mudah Dengan menggunakan aplikasi manajemen sekolah, siswa dan orang tua dapat dengan mudah mengakses informasi penting seperti jadwal pelajaran, nilai, dan tugas. Hal ini dapat meningkatkan transparansi dan dapat membantu siswa untuk lebih bertanggung jawab atas pendidikan mereka.   Pengelolaan Keuangan Aplikasi ini juga bisa membantu dalam pengelolaan keuangan sekolah, seperti pembayaran biaya sekolah, pencatatan transaksi, dan pelaporan keuangan. Dengan menggunakan sistem yang terintegrasi, sekolah dapat mengelola anggaran dengan lebih efektif dan mencegah kesalahan dalam pencatatan keuangan. Baca Juga : Mengapa Sekolah Membutuhkan Aplikasi Administrasi Sekolah? Fitur Utama Aplikasi Manajemen Sekolah   Fitur Sistem Pendaftaran dan Penerimaan Siswa Aplikasi ini menyediakan fitur untuk mengelola proses pendaftaran dan penerimaan siswa baru, mulai dari pengisian formulir online hingga penyeleksian calon siswa.   Fitur Pengelolaan Akademik Yang termasuk kedalam fitur ini adalah pembuatan dan pengaturan jadwal pelajaran, pengelolaan data guru, dan distribusi tugas serta materi pelajaran secara digital.   Fitur Sistem Absensi Aplikasi manajemen sekolah memiliki sistem untuk mencatat kehadiran siswa dan guru secara otomatis. Hal ini dapat dilakukan melalui pemindaian kartu identitas atau biometrik, yang mengurangi kemungkinan kecurangan dalam pencatatan kehadiran.   Fitur Penilaian dan Raport Dengan adanya fitur penilaian dan rapor, guru dapat memasukkan nilai siswa langsung ke dalam sistem, yang kemudian dapat diakses oleh siswa dan orang tua. Rapor digital memudahkan dalam memberikan umpan balik yang lebih cepat dan mendetail kepada siswa.   Fitur Komunikasi dan Pengumuman Fitur ini memungkinkan pihak sekolah untuk mengirim pengumuman penting, jadwal acara, dan informasi lainnya kepada siswa dan orang tua melalui aplikasi, memastikan informasi selalu tersampaikan dengan cepat dan akurat.   Fitur Manajemen Perpustakaan Fitur ini bisa dalam mengurus manajemen perpustakaan sekolah seperti pengelolaan inventaris buku, peminjaman dan pengembalian buku yang dapat dilakukan secara digital, hal ini membuat perpustakaan sekolah lebih terstuktur dan mudah diakses oleh murid.   Fitur Pengelolaan Fasilitas Sekolah Fitur ini bisa membantu pengelolaan dalam penggunaan fasilitas sekolah seperti aula, ruang kelas, laboratorium, dan lapangan olahraga. Baca Juga : Bingung dengan Tugas Tata Usaha? Gunakan Aplikasi Sekolah untuk Kemudahan Tugas Anda Penggunaan aplikasi manajemen sekolah merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital saat ini. Dengan berbagai fitur yang ditawarkan, aplikasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional sekolah, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyediakan alat yang bisa mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik. Dengan demikian, sekolah dapat lebih fokus pada tujuan utamanya, yaitu memberikan pendidikan berkualitas tinggi kepada siswa.   Bagaimana tertarik menggunakan Software Administrasi ini? Segera kunjungi laman resminya di https://adminsekolah.net Atau coba gratis demonya di demo.adminsekolah.net Info Selengkapnya: Telp/WA : 0812-3364-0003 Telp/WA: 0852-2201-0003

Standard

5 Tokoh Pahlawan Nasional yang Memperjuangkan Pendidikan Indonesia

Penetapan Hari Pendidikan Nasional tiap tanggal 2 Mei, tanggal yang sama dengan hari kelahiran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara.  Peran Ki Hajar Dewantara di bidang pendidikan tidak diragukan lagi. Kepeduliannya terhadap pendidikan di Indonesia melahirkan Taman Siswa yang menjadi cikal bakal sistem pendidikan di Indonesia. Namun, selain Ki Hajar Dewantara, ada tokoh-tokoh pahlawan nasional lain yang berjuang untuk pendidikan Indonesia. Ingin tahu siapa tokoh tersebut? Simak artikel berikut:   5 Tokoh Pahlawan Nasional yang Memperjuangkan Pendidikan Indonesia   Ki Hajar Dewantara Ki Hajar Dewantara atau bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (2 Mei 1889 – 26 April 1959) adalah seorang tokoh pendidikan Indonesia yang diakui sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Ia lahir di Yogyakarta dan memiliki latar belakang keluarga bangsawan. Selama hidupnya, ia banyak berjuang untuk memajukan pendidikan di Indonesia dan memberikan akses pendidikan yang merata untuk semua orang. Pada tahun 1912, Ki Hajar Dewantara mendirikan sekolah pendidikan di Belanda, yang kemudian dikenal dengan nama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) yang bertujuan untuk melahirkan tenaga medis pribumi. Pada tahun 1922, ia mendirikan Taman Siswa, sebuah lembaga pendidikan yang memberikan akses pendidikan bagi rakyat jelata, khususnya anak-anak petani dan buruh. Lembaga ini dianggap sebagai salah satu lembaga pendidikan pertama di Indonesia yang menyediakan pendidikan bagi rakyat jelata.   H. Ahmad Dahlan H. Ahmad Dahlan (1868-1923) adalah seorang tokoh pendidikan dan keagamaan Islam yang dikenal sebagai pendiri Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Lahir di Yogyakarta, ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beragama dan belajar di sekolah tradisional pesantren. Setelah menamatkan pendidikan di pesantren, Ahmad Dahlan melanjutkan pendidikannya di Sekolah Rakyat Negeri, sebuah sekolah yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada masa itu. Setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Rakyat Negeri, Ahmad Dahlan mengajar di berbagai pesantren dan sekolah. Dia menyadari bahwa banyak orang Islam yang masih buta huruf dan tidak memiliki akses ke pendidikan modern. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk mendirikan organisasi Muhammadiyah pada tahun 1912, dengan tujuan untuk meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan umat Islam di Indonesia.   Baca Juga: Permudah Administratif Guru dengan Jurnal Mengajar Online   Kartini Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal dengan nama R. A. Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada usia 25 tahun) adalah seorang tokoh perempuan Indonesia yang dikenal sebagai pahlawan nasional. Ia dikenal karena perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak pendidikan dan emansipasi wanita di Indonesia, terutama di kalangan bangsawan Jawa. Kartini memperjuangkan pendidikan untuk perempuan Indonesia dengan membuka sekolah untuk anak-anak perempuan yang disebut Sekolah Kartini pada tahun 1903. Kontribusi dan perjuangan R. A. Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan emansipasi wanita Indonesia sangat besar. Ia memberikan inspirasi bagi banyak perempuan di Indonesia untuk berjuang dan memperjuangkan hak-hak mereka. Oleh karena itu, pada tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini dan ia diakui sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia.   Dewi Sartika Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, Jawa Barat, 4 Desember 1884 adalah seorang tokoh perempuan Indonesia yang dikenal sebagai pelopor pendidikan untuk perempuan dan pendiri sekolah pertama untuk perempuan di Indonesia, yaitu Sekolah Isteri (sekarang dikenal dengan nama Sekolah Kartini) pada tahun 1907. Dewi Sartika berasal dari keluarga priyayi yang mendorong putri-putrinya untuk bersekolah. Dalam usahanya untuk memperjuangkan pendidikan bagi perempuan, Dewi Sartika memulai dengan membuka “Sekolah Kedokteran dan Keperawatan untuk Wanita” pada tahun 1903. Namun, sekolah ini tidak berhasil beroperasi karena keterbatasan dana dan dukungan. Tidak putus asa, Dewi Sartika kemudian mendirikan Sekolah Isteri pada tahun 1907. Sekolah ini menjadi pelopor dalam membuka kesempatan bagi perempuan Indonesia untuk memperoleh pendidikan dan kemampuan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.   H. Hasyim Asy’ari H. Hasyim Asy’ari (1871-1947) adalah tokoh agama dan sosial yang dikenal sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU didirikan pada tahun 1926 dengan tujuan untuk mempertahankan ajaran Islam yang moderat dan toleran serta melawan gerakan pembaruan yang dipimpin oleh kaum muda yang cenderung radikal. K.H. Hasyim Asy’ari memiliki kontribusi yang besar dalam bidang pendidikan di Indonesia. Ia sangat peduli dengan masalah pendidikan dan menyadari bahwa pendidikan merupakan kunci penting bagi kemajuan bangsa. Oleh karena itu, ia mendirikan banyak sekolah dan pesantren di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Jawa Timur, yang pada akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, K.H. Hasyim Asy’ari juga berperan penting dalam pengembangan pendidikan Islam yang modern di Indonesia. Ia mendirikan pesantren-pesantren yang mengajarkan ilmu pengetahuan umum, seperti matematika, sains, dan bahasa asing, selain juga mengajarkan ilmu agama. Ia juga mendorong pendidikan untuk perempuan dan menyediakan fasilitas khusus bagi siswi di beberapa pesantren NU. COBA DEMO Aplikasi Manajemen Sekolah Simak Video Berikut:  

Standard

Inilah Pendiri Sekolah Perempuan Pertama di Indonesia

Inilah Pendiri Sekolah Perempuan Pertama di Indonesia Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, pendidikan bagi perempuan merupakan hal yang tidak biasa. Saat itu masih jarang perempuan yang mengenyam pendidikan di sekolah. Sosok Dewi Sartika melewati hal yang tidak biasa itu dengan berpikir jauh ke depan. Ia ingin mencetak perempuan yang pintar dan tangguh. Akhirnya, pada tahun 1904, Dewi Sartika mendirikan sekolah yang dikhususkan untuk kaum perempuan bernama Sekolah Isteri. Di sekolah tersebut para perempuan belajar membaca, menulis, berhitung, bahkan belajar menjahit, merenda, dan belajar agama. Raden Dewi Sartika merupakan sosok yang memiliki minat pada dunia pendidikan sejak masih anak-anak. Dewi Sartika sudah mahir membaca dan menulis sejak kecil. Ia mengaplikasikan kemampuannya dengan mengajar anak-anak di sekitarnya, khususnya anak perempuan pribumi. Ia mulai mengajarkan baca dan tulis kepada warga sekitar sejak ia menginjak usia remaja. Sekolah yang didirikan Dewi Sartika berkembang pesat. Semangat Dewi Sartika yang tidak pernah lelah untuk memberikan ilmu kepada perempuan pribumi menginspirasi para perempuan lain untuk mulai mendirikan sekolah-sekolah perempuan. Setelah berganti nama beberapa kali, pada tahun 1929 Sekolah Isteri berganti nama menjadi Sekolah Raden Dewi. Bahkan, Pemerintah Hindia Belanda memberikan apresiasi kepada Dewi Sartika dengan membangun sekolah baru yang lebih besar dari sebelumnya. Temukan konten dan info menarik lainnya di AdminSekolah.net

Tim CS kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!