Mengajar di Abad 21: Project Based Learning dan Keterampilan

shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
Mengajar di Abad 21: Project Based Learning dan Keterampilan

Project Based Learning adalah sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang memberikan kesempatan pasa siswa untuk memperdalam pengetahuannya sekaligus mengembangkan kemampuan melalui kegiatan problem solving dan investigasi.

Model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) ini tidak hanya fokus pada hasil akhirnya, namun lebih menekankan pada proses bagaimana siswa dapat memecahkan masalahnya dan akhirnya dapat menghasilkan sebuah produk. Pendekatan ini membuat siswa mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dengan berpartisipasi aktif dalam mengerjakan proyeknya. Hal ini tentu saja lebih menantang daripada hanya duduk diam mendengarkan penjelasan guru atau membaca buku kemudian mengerjakan kuis atau tes.

 

Prinsip dalam Project Based Learning

Berawal dari Masalah atau Pertanyaan

Pembelajaran berbasis proyek selalu bersumber dari sebuah masalah atau pertanyaan. Pertanyaan yang harus dipecahkan harus memiliki tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan level siswa. 

 

Otentik & Relevan

Proyek yang dilakukan siswa harus mencakup pertanyaan-pertanyaan dalam dunia nyata atau yang relevan dengan pengalaman siswa. Siswa dapat menghubungkan antara pengetahuan yang didapatkan saat pembelajaran dengan manfaat atau kegunaannya di dunia nyata.

 

Kebebasan untuk Memilih

Metode pembelajaran berbasis proyek hendaknya memberikan kebebasan siswa untuk menentukan strategi memecahkan masalah, produk apa yang akan dihasilkan, dan juga bagaimana cara menghasilkan produk tersebut.

 

Self Reflection

Dalam Project Based Learning siswa diharapkan mampu merefleksikan semua pengalaman yang di dapat selama mengerjakan proyeknya. Kemudian siswa mampu menyimpulkan pelajaran berharga apa yang dapat diambil selama proses project based learning.

 

Feedback

Metode pembelajaran project based learning juga mengajarkan pada siswa untuk dapat memberikan  dan menerima masukan-masukan atas proyek yang dilakukannya.  Dengan demikian mereka tidak hanya belajar dari guru tetapi dapat saling belajar dengan sesama teman.

 

Baca Juga: Project Based Learning Ternyata Bisa Loh untuk PAUD, Ini Contohnya!

 

Presentasi

Di akhir proses Pembelajaran berbasis proyek, Siswa harus mampu mempresentasikan penemuannya atau produk yang dihasilkannya di depan teman-teman sekelas atau bahkan di depan masyarakat umum. Selain berdiskusi tentang proyeknya, diharapkan semua siswa mampu menarik kesimpulan dari apa yang telah dipelajari dan juga dipraktikkan.

 

Langkah Pembelajaran Project Based Learning

Mulai dengan Pertanyaan 

Pancing siswa dengan pertanyaan. Pertanyaan harus mengandung permasalahan yang wajib dipecahkan dan menghasilkan sebuah penemuan atau produk. Topik atau tema harus sesuai dengan real world dan mendorong siswa untuk melakukan investigasi yang mendalam.

 

Susun Perencanaan Bersama Murid

Menyusun perencanaan meliputi aturan main, pemilihan aktivitas yang mendukung untuk menjawab pertanyaan, serta menginformasikan alat dan bahan yang dapat digunakan untuk menyelasaikan projek.

 

Susun Jadwal Aktivitas

Setelah menyusun perencanaan awal dengan murid, langkah selanjutnya adalah menyusun jadwal aktivitas yang dilakukan selama projek. Waktu penyelesaian harus jelas dan siswa diberikan arahan terkait pengelolaan waktu. Berikan siswa kebebasan dan kesempatan untuk mencoba menggali sesuatu yang baru. 

 

Pengawasan Pengerjaan Proyek

Meski siswa diberikan kebebasan untuk projeknya, guru tetap bertanggung jawan untuk memantau siswa selama projek berlangsung. Guru bertindak sebagai mentor yang selalu mengarahkan para siswa untuk selalu fokus dan terarah dalam mengerjakan proyeknya.

 

Memberikan Penilaian Produk

Guru membantu siswa dalam mengukur ketercapaian standar pada proses dan produk yang dihasilkan. Guru bereran mengevaluasi kemajuan tiap siswa dan memberi feedback. Selanjutnya Guru dapat menyusun strategi pembelajaran berikutnya. Penilaian produk dapat dilakukan dengan mempresentasikan produknya di depan teman atau guru.

 

Evaluasi

Pada akhir proses pembelajaran project based learning, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan dan produk yang telah dihasilkan. Refleksi dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Dalam refleksi ini siswa diberikan kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya selama menyelesaikan proyek.

 

Semoga bermanfaat 🙂

 

Ingin Tau Cara Kerja Aplikasi Presensi Melalui Selfie?
Simak Videonya:

 

Jangan Lewatkan Kesempatan Ini!!!
Promo Hemat Up To 2JUTA
Claim Promo Sekarang
Kouta Terbatas!!!
Tim CS kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!