Nikmati promo presale 12.12 dengan diskon 10% + 25% sebelum promo puncak!

Tag: #SekolahUnggulan

shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
Standard

Aplikasi Sekolah Solusi Manajemen Data Sekolah

Administrator sekolah sering menghadapi sejumlah tantangan dalam pengolahan data, mengingat jumlah dan keragaman informasi yang harus mereka kelola. Seperti data sekolah, data siswa, data pegawai, data keuangan, data presensi, data inventaris, dan data-data lainnya. Beberapa Masalah Umum yang Dihadapi Administrator Integrasi Sistem Banyak sekolah menggunakan berbagai sistem untuk keperluan yang berbeda-beda, seperti sistem manajemen siswa, sistem keuangan, dan lain-lain. Menyatukan data dari sistem-sistem ini untuk mendapatkan pandangan yang holistik seringkali bisa menjadi tugas yang rumit. Keamanan Data Keamanan data menjadi kekhawatiran utama. Informasi pribadi siswa dan staf sekolah harus dijaga dengan ketat untuk melindungi privasi dan mencegah akses yang tidak sah. Ketidakkonsistenan Data Data yang tidak konsisten atau tidak terstandarisasi dapat menyulitkan analisis dan pelaporan. Administrasi sekolah perlu memastikan bahwa data yang dikumpulkan sesuai dengan standar tertentu. Keterbatasan Sumber Daya Sekolah sering menghadapi keterbatasan sumber daya, baik itu dari segi keuangan maupun personel. Ini bisa membatasi kemampuan mereka untuk menginvestasikan dalam teknologi yang diperlukan atau untuk mempekerjakan personel yang dapat mengelola data dengan efektif. Ketersediaan Infrastruktur IT yang Tidak Memadai Infrastruktur IT yang kurang memadai dapat menjadi hambatan. Ini mencakup konektivitas internet yang lambat, perangkat keras yang usang, atau kekurangan perangkat lunak yang dibutuhkan.   Baca Juga: Mulai Atur Keuangan Sekolah secara Efektif dengan Laporan Keuangan Sederhana   Pembaruan dan Pemeliharaan Sistem Pemeliharaan dan pembaruan sistem perangkat lunak dan perangkat keras merupakan aspek penting dalam pengelolaan data. Mengelola pembaruan ini tanpa mengganggu operasional sekolah bisa menjadi tantangan tersendiri. Mengatasi tantangan-tantangan ini memerlukan perencanaan yang baik, investasi dalam pelatihan dan sumber daya, serta kebijakan yang jelas terkait dengan pengelolaan data. Untuk mengatasi masalah-masalah di atas lembaga sekolah dapat menggunakan aplikasi sekolah yang dapat mengatasi malasah di atas dalam satu sistem.   Aplikasi sekolah Membantu Menyelesaikan Masalah Administrasi Manajemen Data Tersimpan dengan Baik Data-data sekolah seperti data sekolah, data siswa, data pegawai, data keuangan, data presensi tersimpah dan terolah dengan baik di sistem aplikasi sekolah.Tidak perlu menggunakan aplikasi yang berbeda-beda karena aplikasi ini mencakup semua manajemen data sekolah.  Anda tidak perlu khawatir data hilang karena semua data tersimpat di cloud sehingga bisa dibuka kapan saja dan dimana saja menggunakan jaringan internet. Konsistensi Data Adanya standarisasi dalam data keuangan sehingga memudahkan dalam pembuatan laporan. Seperti akun biaya, pos bayar, dan jenis bayar akan tersetting oleh sistem. Bendahara atau admin dapat memasukkan data dengan mudah dan jenis pembayaran dapat terkelompok sesuai akun biaya, pos bayarnya, dan jenis bayarnya. Pelayanan Afters Sales  Aplikasi Sekolah menyediakan after sales yang dapat membantu lembaga sekolah untuk mengatasinya keterbatasan SDM, infrastruktur, dan pemeliharaan sistem. Akan diadakan pelatihan aplikasi sebanyak 3x secara gratis melalui Zoom Meeting, disini SDM yang akan dibimbing mengoperasikan aplikasi. Apabila selama penggunaan dirasa ada yang dibingungkan, tim aplikasi siap membantu Anda. Selama berlangganan akan ada full customer support yang membantu Anda mengatasi kendala dalam pengoperasian aplikasi. Aplikasi ini tidak hanya dibuka di PC ataupun laptop, semisal lembaga memiliki keterbatasan perangkat dan jaringan. Aplikasi ini dapat dioperasikan di tab maupun handphone dan dapat diakses menggunakan data seluler sehingga tidak ada kata “Tidak Ada Perangkat yang Mendukung”.   Tertarik untuk mengetahui lebih lengkap terkait Aplikasi Sekolah?  Coba demonya langsung di demo.adminsekolah.net  atau  Hubungi admin kami untuk agendakan Zoom di 0812-3364-0003

Standard

Kebutuhan Guru dalam Mengajar

Tidak dapat dipungkiri bahwa guru yang profesional selalu menyiapkan diri untuk mengajar muridnya dengan baik. Mulai dari menyiapkan materi yang diajarkan, media pembelajaran yang digunakan, hingga merencakan bagaimana pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan lancar.  Berikut ini beberapa hal Kebutuhan Guru dalam Mengajar yang harus disiapkan, diantaranya:   Mempersiapkan bahan yang akan diajarkan Sebelumnya guru sudah membuat RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, sehingga memudahkan untuk mengetahui materi apa yang akan diajarkan.    Langkah selanjutnya adalah menyusun materi tersebut kedalam beberapa tahap pembelajaran agar mudah dipahami oleh siswa. Kemudian, siapkan informasi tambahan untuk mendukung materi tersebut. Seperti mengaitkan materi yang diajarkan kedalam peristiwa sehari-hari.   Mempersiapkan media pembelajaran yang akan digunakan Untuk membuat pembelajaran lebih menarik perhatian siswa. Guru bisa menggunakan media pembelajaran yang kreatif seperti  menggunakan media visual seperti presentasi, diagram, atau video untuk menjelaskan konsep. Guru juga dapat memanfaatkan teknologi seperti platform pembelajaran daring atau aplikasi pendidikan. Media pembelajaran diharapkan mampu siswa dalam menangkan materi yang diajarkan. Saat ini banyak sekali platform yang dapat membantu guru dalam menyiapkan media pembelajaran yang kreatif. Seperti canva, quizziz, YouTube, dan platform lainnya.   Baca Juga: Platform Merdeka Mengajar: Mudahkan Pendidik Menigkatkan Kualitas Pembelajaran   Mempersiapkan pertanyaan dan arahan untuk merangsang siswa aktif belajar Dalam kurikulum merdeka ini, siswa ditunjukan aktif dalam pembelajaran. Bukan hanya guru yang menjelaskan tetapi siswa dituntut untuk dapat memecahkan masalahan dari paparan yang disampaikan, kemudian guru menjelaskan apa yang belum tersampaikan oleh siswa. Jangan gunakan pertanyaan dengan jawaban “Ya” atau “Tidak”. Tetapi lebih kembangkan pertanyaan seperti.  Pertanyaan Analisis: “Bagaimana Anda akan menganalisis situasi ini dari sudut pandang yang berbeda?” “Apa konsep dasar yang mendasari permasalahan ini?”   Pertanyaan Evaluasi: “Menurut Anda, apa kelebihan dan kekurangan solusi ini?” “Bagaimana Anda menilai keefektifan langkah-langkah yang diambil dalam penelitian ini?”   Pertanyaan Sintesis: “Bisakah Anda menggabungkan ide-ide ini untuk menciptakan solusi yang inovatif?” “Bagaimana Anda dapat mengintegrasikan berbagai konsep menjadi suatu kesimpulan?”   Pertanyaan Pemecahan Masalah: “Apa langkah konkret yang akan Anda ambil untuk mengatasi masalah ini?” “Bagaimana Anda akan mendekati masalah ini dari sudut pandang pemecahan masalah?”   Pertanyaan Komparatif: “Bandingkan dan kontraskan pendekatan A dan B dalam menanggapi situasi ini.” “Apa perbedaan mendasar antara dua teori ini?”   Pertanyaan Berbasis Bukti: “Apa bukti yang mendukung argumen Anda?” “Bagaimana data ini mendukung atau menentang klaim tersebut?”   Pertanyaan Berbasis Nilai: “Apa nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang mendasari pendapat Anda tentang isu ini?” “Apakah ada pertimbangan etis yang harus dipertimbangkan dalam situasi ini?”   Pertanyaan Reflektif: “Bagaimana pengalaman ini mempengaruhi pandangan Anda tentang konsep ini?” “Apa yang dapat dipelajari dari situasi ini?”   Pertanyaan Tentang Konsekuensi: “Apa konsekuensi jangka panjang dari keputusan ini?” “Bagaimana tindakan ini dapat memengaruhi berbagai pihak terkait?”   Pertanyaan Tentang Alternatif: “Apakah ada pendekatan alternatif yang dapat diambil untuk mencapai hasil yang sama?” “Bagaimana langkah ini berbeda dari alternatif yang mungkin?” Pertanyaan-pertanyaan ini tidak hanya memicu pemikiran kritis, tetapi juga mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir analitis, evaluatif, dan kreatif. Siswa diundang untuk menyelidiki, merenung, dan menyusun pemikiran mereka sendiri.   Mempelajari keadaan siswa, mengerti kelemahan dan kelebihan siswa Dengan memahami keadaan, kelemahan dan kelebihan siswa, seorang guru dapat menyusun strategi pembelajaran yang berbeda-beda untuk memenuhi kebutuhan individu mereka. Diferensiasi pembelajaran memungkinkan guru mengajar sesuai dengan gaya belajar dan tingkat pemahaman masing-masing siswa. Mengetahui kelemahan siswa membantu guru mengidentifikasi potensi hambatan dalam pemahaman mereka terhadap materi. Dengan demikian, guru dapat merancang intervensi yang tepat untuk membantu siswa mengatasi tantangan belajar mereka. Mengetahui kelebihan siswa memungkinkan guru untuk mengoptimalkan potensi mereka. Guru dapat memberikan tugas atau proyek yang memanfaatkan keahlian dan minat khusus siswa untuk memotivasi mereka secara lebih efektif.   Mempelajari pengetahuan awal siswa Mempelajari pengetahuan awal siswa adalah penting karena memiliki dampak yang signifikan pada efektivitas pengajaran. Pengetahuan awal dapat berfungsi sebagai dasar untuk mengevaluasi efektivitas pengajaran. Guru dapat mengukur perkembangan siswa dengan membandingkan pengetahuan awal dengan pemahaman setelah pembelajaran. Mempelajari pengetahuan awal siswa memberikan dasar yang kuat untuk perencanaan pembelajaran yang lebih efektif, mendukung kebutuhan siswa secara lebih baik, dan meningkatkan peluang kesuksesan akademis mereka.   Itu tadi 5 Kebutuhan Guru dalam Mengajar yang perlu disiapkan oleh guru sebelum memulai kelasnya. Semoga bermanfaat 🙂 ===============================================================================================   Ingin mencoba fitur jurnal mengajar by AdminSekolah? Coba gratis demo-nya di demo.adminsekolah.net Atau Hubungi admin kami di wa.me/6281233640003   

Standard

Pentingnya Jurnal Mengajar dalam Teknis Pembelajaran

Jurnal mengajar merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang wajib dimiliki oleh guru. Jurnal mengajar merupakan dokumen perangkat pembelajaran guru yang pengisiannya secara terus menerus setiap melaksanakan pembelajaran.  Sedangkan pengertian jurnal pembelajaran adalah catatan pertemuan dalam suatu kelas pembelajaran. Jurnal pembelajaran wajib diisi oleh setiap guru sebagai bukti terlaksananya suatu pembelajaran di kelas tertentu. Ini membuktikan bahwa pentingnya jurnal mengajar dalam teknis pembelajaran.   Fungsi Jurnal mengajar Jurnal mengajar memiliki fungsi penting dalam pelaksanaan pembelajaran. Pentingnya jurnal mengajar berguna untuk mencatat hal-hal terjadi dalam proses pembelajaran. Fungsi jurnal mengajar sebagai rekaman kegiatan pembelajaran, sehingga sering disebut juga sebagai jurnal reflekif guru. Melalui jurnal mengajar tersebut, guru akan dapat menganalisis jenis hambatan pembelajaran dan juga kemajuan proses pembelajaran. Jurnal mengajar juga dapat menjadi acuan atau tolok ukur kualitas penyelenggaraan pembelajaran.   Manfaat Jurnal Mengajar Adanya jurnal mengajar dapat mempermudah Bapak dan Ibu Guru dalam mengingat kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di sekolah setiap harinya, sehingga semua kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh Bapak dan Ibu Guru akan terlaksana dengan baik tanpa ada yang ketinggalan.  Tak hanya itu, berikut beberapa manfaat lainnya yang dapat Bapak dan Ibu Guru peroleh dari penyusunan jurnal kelas harian mengajar guru, yaitu:   Baca Juga: Istilah-Istilah dalam Kurikulum Merdeka yang Wajib Diketahui Pengajar  Pengembangan Soal Menggunakan Level Kognitif   – Membantu guru mencapai target tujuan pembelajaran. – Membantu guru dalam memanajemen waktu kegiatan belajar mengajar di kelas. – Meningkatkan produktivitas dan kreativitas guru. – Melatih tanggung jawab guru. – Pembahasan materi mata pelajaran jadi tersusun secara sistematis.   Penyusunan Jurnal Mengajar Dalam mengimplementasikan jurnal mengajar, ada beberapa langkah yang perlu guru lakukan. Pertama, guru perlu menyusun jurnal harian yang mencakup semua aspek pembelajaran, seperti alur tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, hasil evaluasi, dan refleksi. Guru kelas harus menyusun Jurnal secara teratur dan dan mengisi semua komponen setiap hari.   Kondisi Penyusunan dan Pengisian Jurnal Mengajar Saat Ini Nyatanya saat ini, masih banyak guru atau tenaga pendidik yang masih menggunakan jurnal mengajar secara manual. Menggunakan hasil cetak kemudian dijadikan buku jurnal. Guru perlu membawa jurnal tersebut jika perpindah dari kelas lainnya karena perlu mengabsen siswa menggunakan jurnal mengajar. Pengisian jurnal mengajar yang dilakukan secara manual pun memiliki resiko seperti mudah rusak baik tersobek, terkena air dan resiko hilang (human error). Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang membantu guru atau tenaga pendidik untuk mengisi jurnal mengajar secara mudah, meminimalkan resiko kerusakan, kehilangan, dan human error.   Solusi Jurnal Mengajar Online Dengan majunya perkembangan zaman, pengisian jurnal mengajar semakin mudah karena dibantu dengan kemajuan teknologi saat ini.  Fitur Jurnal Mengajar by AdminSekolah menjadi solusi para guru dan tenaga pendidik untuk dapat mengisi jurnal mengajar secara mudah dan dapat meminimalisir rusaknya data, hilangnya data, dan human error. Selain itu, jurnal mengajar by AdminSekolah dapat diakses melalui smartphone sehingga mudah untuk dibawa mobilitas sehari-hari.   ================================================================================================   Ingin mencoba fitur jurnal mengajar by AdminSekolah? Coba gratis demo-nya di demo.adminsekolah.net Atau Hubungi admin kami di wa.me/6281233640003 

Standard

8 Standar Nasional Pendidikan Berdasarkan Peraturan Pemerintah

Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem Pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ada 8 Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan digunakan pada Pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan masyarakat pada Jalur Pendidikan formal, Jalur Pendidikan nonformal, dan Jalur Pendidikan informal.  8 Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum dan penyelenggaraan Pendidikan untuk mewrrjudkan tujuan Pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu Pendidikan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.    8 Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Merupakan kriteria minimal tentang kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan capaian kemampuan Peserta Didik dari hasil pembelajarannya pada akhir Jenjang Pendidikan. Standar kompetensi lulusan sebagaimana dimaksud dirumuskan berdasarkan: tujuan Pendidikan nasional; tingkat perkembangan Peserta Didik; kerangka kualifikasi nasional Indonesia; dan jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan. Standar kompetensi lulusan sebagaimana dimaksud digunakan sebagai pedoman dalam penentuan kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan. Tiap satuan pendidikan memiliki perpedaan dalam standar kelulusan. Satuan Pendidikan PAUD Standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini sebagaimana dimaksud pada ayat (1) difokuskan pada aspek perkembangan anak yang mencakup: a. nilai agama dan moral; b. fisik motorik; c. kognitif; d. bahasa; dan e. sosial emosional. Satuan Pendidikan Dasar Pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan dasar difokuskan pada penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila serta kompetensi literasi dan numerasi Peserta Didik.  Satuan Pendidikan Menengah Pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan menengah umum difokuskan pada pengetahuan untuk meningkatkan kompetensi Peserta Didik agar dapat hidup mandiri dan mengikuti Pendidikan lebih lanjut.  Standar Pendidikan Menengah Kejuruan Pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan menengah kejuruan difokuskan pada keterampilan untuk meningkatkan kompetensi Peserta Didik agar dapat hidup mandiri dan mengikuti Pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.  Standar Pendidikan Pendidikan Tinggi Pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan tinggi difokuskan pada persiapan Peserta Didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia, memiliki pengetahLlan, keterampilan, kemandirian, dan sikap untuk menemukan, mengembangkan, serta menerapkan ilmu pengetahLlan, teknologi, dan seni, yang bermanfaat bagi kemanusiaan.    Baca Juga: Tugas Utama Kepala Sekolah secara Umum   Standar Isi Merupakan kriteria minimal yang mencakup rLrang lingkup materi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan tertentu. Ruang lingkup materi dirumuskan berdasarkan: muatan wajib sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan; konsep keilmuan; dan jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan.   Standar Proses Merupakan kriteria minimal proses pembelajaran berdasarkan jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.  Standar proses meliputi:  Perencanaan pembelajaran Perencanaan pembelajaran merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pendidik untuk merumuskan capaian pembelajaran yang menjadi tujuan belajar dari suatu unit pembelajaran, cara untuk mencapai tujuan belajar dan cara menilai ketercapaian tujuan belajar. Pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran diselenggarakan dalam suasana belajar yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi aktif; dan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis Peserta Didik.   Penilaian proses pembelajaran Penilaian proses pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf c merupakan asesmen terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. penilaian proses pembelajaran selain dilaksanakan oleh pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dapat dilaksanakan oleh:  sesama pendidik → merupakan asesmen oleh sesama pendidik atas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik yang bersangkutan  kepala Satuan Pendidikan → merupakan asesmen oleh kepala Satuan Pendidikan pada Satuan Pendidikan tempat pendidik yang bersangkutan atas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik yang bersangkutan;  Peserta Didik → merupakan asesmen oleh Peserta Didik yang diajar langsung oleh pendidik yang bersangkutan atas pelaksanaan pembelajaran yang dilakukannya.    Standar Penilaian Pendidikan Merupakan kriteria minimal mengenai mekanisme penilaian hasil belajar Peserta Didik. Mekanisme penilaian meliputi perumusan tujuan penilaian, pemilihan dan/atau pengembangan instrumen penilaian, pelaksanaan penilaian, pengolahan hasil penilaian, dan  pelaporan hasil penilaian. Penjabaran penilaian lebih lengkap dapat dilihat di Bagian Kelima Pasal 16 hingga Pasal 19 (PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2021 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN)   Standar Tenaga Kependidikan Standar pendidik merupakan kriteria minimal kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki pendidik untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai teladan, perancang pembelajaran, fasilitator, dan motivator Peserta Didik.   Kriteria minimal kualifikasi pendidik meliputi:  sarjana untuk pendidik pada pendidikan anak usia dini jalur formal, dan pendidik pada Jenjang Pendidikan dasar dan menengah jalur formal;  magister atau magister terapan untuk pendidik pada Jenjang Pendidikan tinggi program diploma dan sarjana;  doktor atau doktor terapan untuk pendidik pada Jenjang Pendidikan tinggi program magister dan doktor; dan  magister atau magister terapan berpengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun yang relevan dengan program studi untuk pendidik pada pendidikan profesi.  Untuk kriteria dan butir lengkap terkait standar pendidik pada Pasal 20 sampai Pasal 24   Baca Juga: Saatnya Ubah Administrasi Kesiswaan Manual ke Administrasi Digital   Standar Sarana dan Prasarana Merupakan kriteria minimal sarana dan prasarana yang harus tersedia pada Satuan Pendidikan dalam penyelenggaraan Pendidikan. Standar sarana dan prasarana ditentukan dengan prinsip: menunjang penyelenggaraan pembelajaran yang aktif, kreatif, kolaboratif, menyenangkan, dan efektif;  menjamin keamanan, kesehatan, dan keselamatan;  ramah terhadap penyandang disabilitas; dan  ramah terhadap kelestarian lingkungan.    Standar Pengelolaan Merupakan kriteria minimal mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan yang dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan agar penyelenggaraan Pendidikan efisien dan efektif.  Pelaksanaan kegiatan Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 merupakan tindakan untuk menggerakkan dan menggunakan seluruh sumber daya yang tersedia di Satuan Pendidikan, dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Pengawasan kegiatan Pendidikan dilaksanakan oleh: a. kepala Satuan Pendidikan; b. pemimpin perguruan tinggi; c. komite sekolah/madrasah; d. Pemerintah Pusat; dan/atau e. Pemerintah Daerah, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.   Standar Pembiayaan Merupakan kriteria minimal mengenai komponen pembiayaan Pendidikan pada Satuan Pendidikan. Pembiayaan Pendidikan terdiri atas biaya investasi dan biaya operasional.   ================================================================================================ Ingin mengelola kegiatan administrasi dan keuangan sekolah dengan sistem digital? Coba Demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net

Standard

Tugas Utama Kepala Sekolah secara Umum

Mungkin menurut masyarakat umum peran dan tugas utama kepala sekolah hanya sebagai pemimpin manajerial di sekolah. Padahal, ada banyak rincian tugas lainnya yang telah ditetapkan dalam Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud).   Tugas Pokok Kepala Sekolah    Menurut KBBI Kepala sekolah adalah orang (guru) yang memimpin suatu sekolah; guru kepala. Sedangkan menurut Permendikbud nomor 6 tahun 2018, Kepala Sekolah adalah guru yang diberi tugas untuk memimpin dan mengelola satuan pendidikan yang meliputi taman kanak-kanak (TK), taman kanak-kanak luar biasa (TKLB), sekolah dasar (SD), sekolah dasar luar biasa (SDLB), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah atas luar biasa (SMALB), atau Sekolah Indonesia di Luar Negeri. Berikut tugas utama kepala sekolah berdasarkan permendikbud nomor 6 tahun 2018:   Baca Juga: Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru   Beban Kerja Kepala Sekolah   Beban kerja Kepala Sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan sekolah, dan sebagai supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.   Meningkatkan Mutu sesuai Standar Nasional Pendidikan   Beban kerja kepala sekolah yang telah dijabarkan sebelumnya bertujuan untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah berdasarkan pada 8 (delapan) standar pendidikan nasional.   Melakukan Proses Belajar Mengajar   Dalm hal terjadi kekurangan guru pada satuan pendidikan, kepala sekolah dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan agar proses pembelajaran atau pembimbingan tetap berlangsung pada satuan pendidikan yang bersangkutan.   Kepala Sekolah yang melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan sebagaimana dimaksud sebelumnya merupakan tugas tambahan di luar tugas pokoknya.   Promosi Kebudayaan Indonesia   Selain melaksanakan manajerial, kewirausahaan, sebagai supervisi, dan melakukan proses belajar mengajar. Kepala sekolah juga perlu melakukan promosi kebudayaan Indonesia. Tugas ini diberikan khusus untuk Kepala Sekolah yang menjabat di SILN (Sekolah Indonesia di Luar Negeri).     Keberhasilan kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya, banyak ditentukan oleh kepeminpinan kepala sekolah. Kepemimpinan merupakan faktor paling pentinf dalam menunjang tercapainya tujuan organisasi sekolah.   Apabila kepala sekolah mampu untuk menggerakkan, membimbing, dan mengarahkan anggota secara tepat, maka segala kegiatan yang ada dalam organisasi sekolah akan bisa terlaksana secara efektif. Sebaliknya, bila tidak bisa menggerakkan anggota secara efektif, tidak akan bisa mencapai tujuan secara optimal.   Tentu keberhasilan kepala sekolah akan berjalan lebih mudah dengan kerja sama dari seluruh warga sekolah.    ================================================================================================ Ingin mengelola kegiatan administrasi dan keuangan sekolah dengan sistem digital? Coba Demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net

Standard

Kendala yang Sering Dihadapi Staf Administrasi Sekolah

Staf administrasi sekolah sering menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Beberapa kendala yang umum dialami oleh staf administrasi sekolah meliputi: Kendala yang Dialami Staf Administrasi Beban Kerja yang Tinggi Staf administrasi sekolah seringkali memiliki tanggung jawab yang banyak dan beragam. Mereka harus mengurus pendaftaran siswa, administrasi keuangan, pengelolaan data, surat menyurat, dan tugas-tugas lainnya. Beban kerja yang tinggi dapat menyebabkan stres dan kelelahan, serta berpotensi mengganggu produktivitas. Kurangnya Sumber Daya Staf administrasi sekolah seringkali menghadapi kendala dalam hal sumber daya, baik itu dalam bentuk anggaran, personel, atau peralatan. Kurangnya anggaran dapat membatasi kemampuan mereka untuk memperoleh peralatan atau perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan tugas-tugas administratif dengan efisien. Selain itu, jika staf administrasi sekolah terbatas, mereka mungkin kesulitan dalam menangani beban kerja yang tinggi. Perubahan Kebijakan dan Regulasi Kebijakan dan regulasi pendidikan sering mengalami perubahan, baik itu di tingkat pemerintah pusat maupun daerah. Staf administrasi sekolah harus selalu mengikuti perubahan tersebut dan mengadaptasi prosedur administratif sesuai dengan perubahan tersebut. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan dan membutuhkan waktu dan upaya tambahan.   Baca Juga: Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru   Komunikasi yang Tidak Efektif Staf administrasi sekolah sering berinteraksi dengan berbagai pihak, termasuk guru, siswa, orang tua, dan pihak luar lainnya. Tantangan dalam komunikasi yang tidak efektif, seperti kesalahpahaman atau ketidakjelasan informasi, dapat mempengaruhi alur kerja dan hubungan antarstaf. Teknologi yang Tidak Memadai Penggunaan teknologi yang kurang memadai atau perangkat lunak yang usang dapat menjadi kendala bagi staf administrasi sekolah. Misalnya, sistem administrasi sekolah yang tidak terintegrasi atau sulit digunakan dapat menghambat efisiensi kerja dan mengakibatkan duplikasi data atau kesalahan. Ketidakmampuan dalam Menghadapi Konflik Staf administrasi sekolah sering berhadapan dengan konflik antara siswa, orang tua, atau guru. Ketidakmampuan dalam mengelola konflik secara efektif dapat mengganggu tugas administratif dan menciptakan ketegangan di lingkungan sekolah. Tuntutan Tugas yang Beragam Staf administrasi sekolah harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas untuk menangani tugas-tugas administratif yang beragam. Mereka perlu memiliki pemahaman tentang keuangan, manajemen data, komunikasi, dan peraturan pendidikan. Tuntutan tugas yang beragam ini dapat menimbulkan tantangan dalam menguasai semua aspek tersebut. Menghadapi kendala-kendala tersebut, penting bagi staf administrasi karena dengan menghadapi kendala kinerja staf administrasi menjadi lebih efektif. Lalu, bagaimana cara menghadapi kendala di atas? Cara Menghadapi Kendala Staf Administrasi Mengatasi kendala dalam administrasi sekolah memerlukan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda pertimbangkan: Identifikasi Kendala Analisislah masalah-masalah spesifik yang muncul dalam administrasi sekolah. Ini bisa mencakup masalah dengan sistem pencatatan, koordinasi antar departemen, komunikasi internal, atau pengelolaan sumber daya. Tim Administrasi yang Efektif Pastikan bahwa tim administrasi sekolah terdiri dari individu yang memiliki keterampilan dan pengalaman yang sesuai dengan tugas mereka. Berikan pelatihan dan dukungan yang diperlukan untuk memastikan kinerja yang baik. Pelatihan dan Pengembangan Berikan pelatihan reguler kepada staf administrasi tentang praktik terbaik, perubahan dalam peraturan, dan perkembangan teknologi terbaru. Ini akan membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Evaluasi dan Peningkatan Berkelanjutan Lakukan evaluasi berkala terhadap proses administrasi yang ada. Identifikasi area di mana perbaikan diperlukan dan lakukan tindakan perbaikan yang sesuai. Ingatlah bahwa perubahan dalam administrasi sekolah mungkin memerlukan waktu dan upaya yang signifikan. Penting untuk bersabar dan melibatkan semua pihak yang terlibat dalam proses perubahan. Automatisasi dan Teknologi Gunakan teknologi untuk mengotomatisasi beberapa tugas administratif. Sistem manajemen sekolah (SMS) membantu mengintegrasikan berbagai aspek administrasi, seperti keuangan, penjadwalan, dan catatan siswa. Bila staf administrasi ingin menggunakan automatisasi dan teknologi bisa mencoba aplikasi AdminSekolah. Mudah mengelola administrasi dan manajemen sekolah secara online. Mulai dari Manajemen Siswa Manajemen Pegawai Manajemen Akademik Manajemen Keuangan Manajemen Laporan-Laporan Manajemen Alumni Manajemen Pimpinan   Dilengkapi dengan fitur-fitur yang memudahkan komunikasi dengan wali santri/wali murid, seperti: Kirim notifikasi pembayaran, tagihan, dan slip gaji melalui WhatsApp Android untuk Wali Santri/Wali Murid Android untuk Presensi Pegawai Pembayaran Online Akses Demonya Secara Gratis di demo.adminsekolah.net  Hubungi Admin Kami di   wa.me/6281233640003

Standard

6 Keunggulan Menggunakan Aplikasi Berbasis Web untuk Sekolah

Seiring dengan perkembangan zaman, aplikasi berbasis desktop sudah mulai ditinggalkan. Sekarang ini masyarakat sudah mulai beralih ke aplikasi berbasis website. Lalu keunggulan apa yang Anda peroleh bila menggunakan aplikasi berbasis website? Simak    1. Mudah Dikembangkan Dengan bahasa pemrograman yang sangat banyak, maka perkembangan sebuah aplikasi menjadi lebih mudah. Apabila nantinya ada pembaharuan, maka Anda tidak perlu update aplikasi. Pengembang aplikasi akan meng-update melalui server dan semua user akan langsung mendapat aplikasi web yang terbaru. 2. Mudah Diakses Aplikasi berbasis web sangat mudah untuk diakses karena tidak perlu instal aplikasi seperti di gawai untuk membukanya. Cukup membutuhkan jaringan internet, Anda dapat mengakses aplikasi melalui browser. 3. Diakses di Berbagai Perangkat Tidak terbatas pada PC saja, aplikasi web dapat diakses melalui gawai ataupun tablet yang memiliki koneksi internet. Sehingga memudahkan pengguna yang memiliki mobilitas tinggi. Baca Juga: Strategi Mengajar secara Efektif 4. Responsive Maksud dari responsive disini adalah tampilan dalam aplikasi akan menyesuaikan dengan perangkat. Jadi, tampilan aplikasi tidak berubah meskipun perangkatnya berbeda. 5. Murah dan Powerful Saat menggunakan aplikasi dan perangkat lunak berbasis dekstop, maka perlu mempertimbangkan dari segi kekuatan mesin yang digunakan. Terkadang pembaruan aplikasi membutuhkan kemampuan pada hardware.  Tentu saja hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Berbanding terbalik kita menggunakan aplikasi website yang dapat diakses di berbagai perangkat. Hal tersebut terjadi karena aplikasi berbasis web lebih ringan dibandingkan dengan aplikasi desktop. 6. Hemat Penyimpanan Aplikasi website tidak menghabiskan penyimpanan pada perangkat Anda karena langsung terhubung ke penyimpanan cloud. Maksud dari penyimpanan cloud adalah media penyimpanan file berbasis daring atau digital yang mengandalkan koneksi internet untuk akses data. Hal itu, tentu memudahkan staf karena tidak perlu lagi menyimpan data secara manual, semua akan tersimpan dalam sistem. Rekomendasi Aplikasi Berbasis Web Salah satu aplikasi berbasis web yang dapat memudahkan kegiatan mengatur manajemen di sekolah adalah adminsekolah.net. Pada dasarnya adminsekolah.net merupakan aplikasi berbasis web dan memiliki keunggulan notifikasi WhatsApp serta Android untuk wali siswa. Sehingga, wali dapat memantau informasi tentang anak dan sekolah dalam genggamannya. Bila Anda tertarik dengan AdminSekolah, Anda dapat menghubungi CP di bawah untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Atau coba demo aplikasi secara gratis di demo.adminsekolah.net   ========================================================================================   Ingin mengelola administrasi dan manajemen sekolah secara online atau digital? Pembuatan laporan keuangannya pun sudah otomatis?  Coba demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net

Standard

3 Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran

3 Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran Prose belajar sesungguhnya adalah komunikasi yang dilakukan pengajar untuk menyampaikan pesan kepada muridnya. Pesan tersebut dapat berupa informasi yang mudah dipahami ataupun informasi yang abstrak sehingga sulit dipahami.  Baca Juga: Pentingnya Sistem Informasi Keuangan Sekolah Berbasis Web Disinilah peran media yang menjadi solusi dari penyampaian pesan abstrak tersebut. Media adalah alat atau bahan yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Dengan bantuan media, murid lebih mampu memahami materi yang abstrak atau materi yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera.  Berikut 3 manfaat menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar: 1. Menarik Perhatian Anak Penggunaan media belajar dapat menarik perhatian anak, dengan warna atau bentuk yang disajikan diharapkan mampu menjadi pengantar rasa keingintahuan murid terhadap materi yang disajikan. 2. Mengatasi Keterbatasan Informasi Media dapat mengatasi keterbatasan. Maksud dari mengatasi keterbatasan adalah ketika suatu materi tidak dapat dibayangkan atau sulit untuk menemukan contoh nyatanya, maka media dapat dimanfaatkan sebagai perantara informasi. 3. Membuat Pembelajaran Interaktif Penggunaan media mampu membuat pembelajaran lebih interaktif. Memanfaatkan media akan mendukung terjadinya komunikasi dua arah secara aktif antara pengajar dan murid.  Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sangat membantu, ya. Tanpa media, guru akhirnya cenderung berbicara satu arah seperti ceramah. Hal tersebut, tentu akan membuat murid merasa bosan, sehingga pembelajaran dirasa kurang maksimal. Oleh karena itu, kreativitas seorang pengajar sangat diperlukan dalam membuat media pembelajaran. Tentu kreativitas tersebut dapat dibentuk ya, bukan ada secara otodidak. Untuk para pengajar, jika ingin membuat media yang kreatif, Anda dapat melihat referensi-referensi dari Youtube atau dari komunitas guru. Itu tadi empat manfaat media dalam pembelajaran dalam proses belajar. Jika Anda ingin melihat tulisan-tulisan lainnya kunjungi adminsekolah.net. Akses Demonya Secara Gratis di demo.adminsekolah.net  atau Hubungi Admin Kami di   wa.me/6281233640003 AdminSekolah l Solusi Cerdas Digitalisasi Sekolah

Standard

Selamat Datang Rumah Pintar Blitar !

Selamat datang Rumah pintar dengan 5 kantor cabangnya di blitar. Menjadi keluarga besar adminsekolah .(indoweb group ). Kami bangga menjadi support system agar rumah pintar terus berkembang dengan semangat belajar karakternya. Saatnya bimbingan belajar di kelola dengan managemen online era 4.0. Di semua kegiatan Keuangan. Kesiswaan . Akademik. Kepegawaian. integrasi dengan bank, pembayaran via alfamart indomaret, Qris. Presensi android serta CBT untuk ujian online dan semua proses yg akan mengefektifkan dan memudahkan siswa, guru serta pengelola. Nah mengelola sekolah agar lebih mudah dan cepat dalam mengelola keuangan, kepegawaian, kesiswaan, managemen akademik, sistem informasi, presensi, dan masih banyak lagi, Ayo segera beralih ke aplikasi Adminsekolah sekarang juga!! langsung kunjungi AdminSekolah.net sekarang!!! Info Selengkapnya : – Telp/WhatsApp : wa.me/6281233640003 – FP/IG/YT : @AdminSekolah – Website : AdminSekolah.net

Standard

4 Tips Ampuh Menjadi Guru Agar Disegani Banyak Murid

Menjadi guru adalah impian banyak orang. Karena menjadi seorang guru sama saja kita menjadi pahlawan tanpa tanda jasa dan akan dipandang mulia. Agar bisa menjadi guru di sekolah pastinya dibutuhkan latar belakang pendidikan yang baik dan juga tinggi. Tidak hanya memiliki ilmu tinggi tapi menjadi guru juga harus bisa memberikan contoh baik. Dalam budaya jawa Guru artinya Digugu lan ditiru, maka dari itu jadilah Guru yang baik untuk dicontoh. Sudah punya ilmu tinggi, skill mengajar pun sudah bisa, dan memiliki akhlak serta sikap yang baik untuk menjadi seorang guru. Lalu apalagi yang harus dilakukan agar kelak anak murid tidak menyepelekan kita ? Nah, kali ini saya akan membagikan tips ampuh menjadi guru agar disegani oleh banyak murid. Ikuti terus postingan kami dan kunjungi juga website kami di www.adminsekolah.net silahkan sebarkan atau bagikan. . .

Tim CS kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!