Tag: #AplikasiPendidikan

shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
Standard

Transformasi Pendidikan di Era Digital 

Pendidikan di era digital merupakan pendidikan yang perlu memasukkan teknologi informasi dankomunikasi ke dalam setiap mata pelajaran. Dengan munculnya era digital dalam pendidikan siswa kini dapat memperoleh pengetahuan dengan cepat dan sederhana tanpa terbatas ruang dan waktu.  Belajar merupakan suatu proses transformasi yang memerlukan waktu yang cukup lama. Periode perubahan ini tercermin dalam perubahan perilaku manusia yang dapat kita amati dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, konsep belajar melibatkan rangkaian perubahan sepanjang rentang hidup, dimulai dari masa bayi hingga akhir hayat, yang sering disebut dengan istilah lifelong learning. Untuk menghadapi tantangan pendidikan di era digital ini, guru dan siswa harus mampu berkomunikasi secara efektif dan beradaptasi dengan peatnya kemajuan teknologi. Selain itu, seiring dengan kemajuan teknologi, mau tidak mau akan menyebabkan semakin banyaknya permasalahan yang memerlukan penjelasan detail dan waktu yang tepat. Tantangan yang dihadapi antara lain globalisasi, pertumbuhan ekonomi, persaingan internasional, masalah lingkungan, politik, dan sosial. Tantangan-tantangan kompleks inimenjadikannya untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses di abad ke 21 saat ini. Pendidikan di era digital mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan model-model tradisional. Era digital membawa perubahan dalam metode pengajaran, akses informasi, dan interaksi antara siswa dan guru.  Berikut adalah beberapa aspek penting pendidikan di era digital: Akses Informasi: Akses informasi secara luas mendemokratisasi pendidikan, memastikan bahwa pengetahuan dan sumber daya pendidikan dapat diakses oleh semua kalangan, tanpa memandang batasan geografis atau ekonomi. Hal ini membuka peluang pendidikan yang setara bagi semua individu. Akses terhadap informasi memungkinkan model pembelajaran yang lebih fleksibel. Siswa dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan dari mana saja, sesuai dengan kebutuhan dan ritme belajar masing-masing. Siswa memiliki akses mudah ke sumber daya pendidikan secara online. Mereka dapat mengakses buku, jurnal, video, dan materi pembelajaran lainnya dari mana saja dan kapan saja. Baca juga: Perbandingan Kurikulum Merdeka Belajar dan Kurikulum 13 (K-13) E-learning: E-learning memiliki peran krusial dalam mengubah paradigma pendidikan di era digital, membawa sejumlah manfaat signifikan. Memungkinkan akses pendidikan dari mana saja di dunia, mengatasi hambatan geografis. Siswa dan pendidik dapat terhubung tanpa perlu berada di lokasi fisik yang sama, memungkinkan distribusi pengetahuan secara global. Munculnya platform pembelajaran online memungkinkan siswa untuk belajar tanpa harus berada di lokasi fisik tertentu. Kursus daring, webinar, dan pelatihan online menjadi populer dalam memberikan akses pendidikan yang lebih fleksibel. Memanfaatkan teknologi interaktif seperti video, simulasi, dan modul interaktif untuk membuat pembelajaran lebih menarik. Ini membantu siswa memahami konsep dengan cara yang lebih visual dan praktis. Pembelajaran Berbasis Teknologi: Teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Platform Kolaboratif: Penggunaan platform kolaboratif seperti Google Workspace, Microsoft Teams, atau platform lainnya memungkinkan siswa dan guru untuk bekerja sama secara online, berbagi dokumen, dan berkomunikasi dengan lebih efisien. Dengan platform kolaboratif, siswa dan guru dapat berinteraksi tanpa adanya batasan geografis atau waktu. Ini memungkinkan pembelajaran yang fleksibel dan mendukung model pembelajaran jarak jauh. Personalisasi Pendidikan: Teknologi memungkinkan pendekatan pembelajaran yang lebih personal. Sistem pembelajaran adaptif dapat menyesuaikan kurikulum dan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Personalisasi pendidikan memungkinkan penyesuaian metode pengajaran dan materi pembelajaran sesuai dengan gaya belajar masing-masing siswa. Ini membantu memaksimalkan pemahaman dan retensi informasi. Namun perlu diingat bahwa personalisasi memungkinkan setiap siswa untuk belajar sesuai dengan ritme mereka sendiri, menghindari situasi di mana beberapa siswa terlalu cepat atau terlalu lambat dalam memahami materi. Analitika Pendidikan: Penggunaan analitika pendidikan dapat membantu guru dan lembaga pendidikan untuk memahami perkembangan siswa, mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian khusus, dan meningkatkan efektivitas pengajaran. Pendidikan Jarak Jauh: Pendidikan jarak jauh menjadi lebih mudah diakses dan diterapkan dengan dukungan teknologi. Video konferensi, platform belajar daring, dan sumber daya digital memungkinkan interaksi yang efektif antara siswa dan guru tanpa harus berada di lokasi fisik yang sama.  Keterampilan Digital: Siswa perlu mengembangkan keterampilan digital untuk berhasil di era ini. Keterampilan seperti literasi digital, kemampuan mencari informasi secara online, dan keterampilan teknologi menjadi sangat penting. Keterampilan digital memungkinkan siswa untuk mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif dari berbagai sumber online. Ini mendukung kemampuan literasi informasi yang kritis. Keterampilan digital membuka peluang untuk ekspresi kreativitas dan inovasi. Siswa dapat menggunakan alat digital untuk membuat proyek-proyek multimedia, presentasi, atau konten kreatif lainnya. Inovasi Pembelajaran: Peran sentral inovasi pembelajaran muncul saat menghadapi tantangan dan memaksimalkan potensi pendidikan di era digital. Inovasi membawa pendekatan pengajaran yang lebih menarik dan interaktif. Pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memotivasi mereka untuk belajar dengan lebih efektif. Guru dapat menggunakan teknologi untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang inovatif dan menarik, seperti proyek-proyek berbasis teknologi, simulasi, dan eksperimen virtual. Untuk menunjang aspek pendidikan menuju era digitalisasi, dari yang serba tradisional sekarang semua dituntut serba digital. Lembaga Pendidikan tentunya harus mengikuti perkembangan zaman. Tapi jangan khawatir, selama ada Admin Sekolah bisa membantu digitalisasi sekolah Anda menjadi lebih mudah. Terintegerasi ekosistem digital ini menghasilkan ekosistem produk yang memudahkan sekolah dalam mengelola manajemen sekolah secara menyeluruh. Sehingga, seluruh kegiatan sekolah dapat terhubung dan terpantau dengan baik. Ingin mengelola kegiatan administrasi dan keuangan sekolah dengan sistem digital? Coba Demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net atau Hubungi admin kami untuk agendakan Zoom di 0812-3364-0003

Standard

Kejutan awal tahun 2024!!

🎉Kejutan awal tahun 2024!!🎉 Selamat datang di era kejutan positif! Tahun baru 2024 membawa berita baik dengan aplikasi baru Kelola Sekolah yang modern dan terintegrasi dengan Admin Sekolah✨   ✨Dapatkan Diskon Kejutan Awal Tahun✨ Berlangganan 1 Tahun, Free 2 Bulan 💸   🤔 Apa yang akan Anda peroleh? 🤔   ✅ Tersedia 3 Paket untuk Menunjang Kebutuhan Sekolah ✅ Mobile Wali & Pegawai ✅ Pembayaran Online ✅ Free Pelatihan Online ✅ Integrasi Ekosistem Digital ✅ Dan layanan terbaik lainnya   ✨ Transformasikan pengelolaan sekolah menjadi pengalaman yang lebih efisien dan terhubung dengan berbagai unit layanan sekolah serta ekosistem digital untuk pengelolaan sekolah ceara menyeluruh. Mari jelajahi inovasi yang membawa semangat baru ke dunia pendidikan di tahun ini!☺️   Hubungi admin kami di : 📲 Telp/WA : +62812-3364-0003 🌐 Website : adminsekolah.net   #promoawaltahun #promo #promojanuari #adminsekolah #aplikasisekolah #aplikasikeuangansekolah #softwaresekolah

Standard

Perbandingan Kurikulum Merdeka Belajar dan Kurikulum 13 (K-13)

Kurikulum merdeka belajar (KMB) adalah inisiatif pendidikan yang diperkenalkan oleh Kemendikbudristek Indonesia. Diperkenalkan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan global. Kemendikbudristek mengeluarkan Kurikulum Merdeka untuk mengatasi krisis pembelajaran pasca pandemi COVID-19 mulai dirancang untuk diimplementasikan pada sekolah-sekolah yang sudah siap. Kondisi pembelajaran  pasca dilanda pandemi COVID-19 perlu menjadi pertimbangan dalam mengembangkan kurikulum, yang paling menonjol adalah Kurikulum Merdeka sebagai langkah pemerintah untuk menghindari krisis pendidikan akibat pandemi. Sebelum adanya Kurikulum Merdeka, Kurikulum 13 (K-13)  yang menjadi rujukan Pendidikan Nasional saat ini yang sepenuhnya mendorong pembelajaran berpusat pada siswa.  Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berbasis kompetensi, yang menekankan pada pengembangan keterampilan dan coping skill siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan. Hal ini dicapai dengan memberikan bimbingan di kelas mengenai keterampilan praktis, seperti keterampilan komunikasi, keterampilan pemecahan masalah, dan keterampilan kemampuan beradaptasi. Perbedaan antara Kurikulum 13 (K-13) dan Kurikulum Merdeka Belajar mencerminkan evolusi dalam pendidikan Indonesia. Sementara K-13 lebih terstruktur dengan pendekatan kompetensi, Kurikulum Merdeka Belajar memberikan lebih banyak kebebasan dan fleksibilitas bagi siswa. Masing-masing memiliki tujuan dan karakteristiknya sendiri, dan pilihan antara keduanya tergantung pada kebutuhan dan visi pendidikan yang diinginkan bagi para siswa Indonesia. Berikut ini perbedaan dari Kurikulum Merdeka Belajar dan k13: Prinsip Utama dari Kurikulum Kurikulum Merdeka Belajar Mendorong kemandirian dan keberagaman peserta didik dalam proses belajar. Fokus pada pembelajaran berbasis proyek. Menekankan pada pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata. Mendorong pengembangan karakter dan soft skills. Mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Fleksibilitas dalam pemilihan mata pelajaran. Memberikan keleluasaan kepada sekolah dalam menyusun kurikulum sesuai kebutuhan lokal. Kurikulum 13 (K-13) Relevansi dan Kontekstual menyesuaikan dengan kebutuhan dan konteks lokal peserta didik Pembelajaran Aktif mendorong peserta didik menjadi mandiri Pendekatan Tematik, menyatukan konsep-konsep dalam tema-tema yang lebih besar Pengembangan Karakter berfokus pada pembentukan karakter positif peserta didik Berorientasi pada Hasil dan Kompetensi Penilaian Beragam Pengembangan Profesional Guru, mendorong guru untuk berperan sebagai fasilitator dan pembimbing Struktur Kurikulum Kurikulum Merdeka Belajar Mata Pelajaran Wajib dan Pilihan: Terdapat keseimbangan antara mata pelajaran wajib dan pilihan untuk memberikan variasi pada kurikulum. Pembelajaran Daring dan Luring: Menggabungkan pembelajaran online dan offline untuk meningkatkan fleksibilitas. KTSP yang Lebih Fleksibel: Pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk memberikan fleksibilitas lebih kepada sekolah.   Baca juga: Kurikulum Merdeka di SMA: Kenali Karakteristik dan Strukturnya   Kurikulum 13 (K13) Mata Pelajaran Wajib dan Muatan Lokal: Terdiri dari mata pelajaran wajib yang melibatkan berbagai disiplin ilmu dan muatan lokal untuk memperkuat identitas lokal. Pendekatan Tematik: Menggunakan pendekatan tematik dalam pembelajaran untuk mengintegrasikan berbagai konsep. Kurikulum Peningkatan Kualitas Guru  Kurikulum Merdeka Belajar Peningkatan kualitas guru merupakan aspek penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar  Pelatihan dan Pengembangan: Guru mendapatkan pelatihan untuk mendukung perubahan pendekatan pembelajaran. Peran Guru Sebagai Fasilitator: Guru diharapkan menjadi fasilitator dan pembimbing dalam pembelajaran. Kurikulum 13 (K-13) Memberikan dukungan dan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman mereka. Mendorong guru untuk berperan sebagai fasilitator dan pembimbing. Kurikulum Pendidikan Karakter Pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam Kurikulum 2013 (K-13) di Indonesia. Pembentukan Karakter: Fokus pada pembentukan karakter melalui pendidikan agama dan moral. Pengembangan Karakter Positif: Menekankan pengembangan karakter positif pada peserta didik. Pengembangan Kemampuan Sosial: Membangun kemampuan sosial peserta didik seperti empati, komunikasi efektif, dan kepemimpinan. Kurikulum Penilaian Kurikulum Merdeka Belajar Penilaian Berbasis Kompetensi: Fokus pada pengukuran kompetensi peserta didik. Penggunaan Portofolio dan Proyek: Implementasi penilaian melalui portofolio dan proyek. Kurikulum 13 (K-13) Sistem Penilaian Beragam: Menggunakan berbagai bentuk penilaian, termasuk ujian nasional. Penilaian Kompetensi dan Sikap: Memberikan penilaian terhadap kompetensi dan sikap peserta didik. Tujuan dari Kurikulum Merdeka adalah untuk memperkuat karakter dan moral siswa, sementara tujuan dari K13 adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan siswa dalam berbagai bidang. Berikut tabel perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 13 (K-13) Tabel Perbedaan Kurikulum Merdeka Belajar dengan Kurikulum 13 Aspek Kurikulum Merdeka Belajar (KMB) Kurikulum 2013 (K-13) Fokus Pembelajaran Pembelajaran berbasis proyek Pendekatan tematik Prinsip Pembelajaran Kemandirian, keberagaman, karakter Pembentukan karakter, moral Struktur Kurikulum Fleksibel, KTSP lebih terbuka Tematik, muatan lokal Penggunaan Teknologi Mengintegrasikan teknologi Pemanfaatan teknologi Penilaian Berbasis kompetensi, portofolio Beragam, ujian nasional Koneksi dengan Industri Kolaborasi dengan dunia industri Tidak terlalu menekankan Peningkatan Kualitas Guru Pelatihan dan pengembangan guru Pembinaan karakter guru Perbedaan dari Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 13 (K-13) mulai dari pendektan pembelajran yang berbeda menekankan pembelajaran berbasis proyek, kemandirian, dan keberagaman sedangkan K-13 menonjolkan pendekatan tematik dengan fokus pada pembentukan karakter dan moral peserta didik, dan struktur kurikulum yang lebih terstandar. Implementasi dan efektivitas kedua kurikulum ini dapat terus berubah dan berkembang seiring waktu. Bagaimana pun Pemerintah dan Kemendikbudristek berusaha sebaik mungkin untuk mencerdaskan generasi bangsa. Dengan memuat kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat sebagai suatu konsep yang harus mampu menjawab semua tantangan yang ada di mana kurikulum diterapkan.   Ingin mengelola kegiatan administrasi dan keuangan sekolah dengan sistem digital? Coba Demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net atau  Hubungi admin kami untuk agendakan Zoom di 0812-3364-0003

Standard

Kurikulum Merdeka di SMA: Kenali Karakteristik dan Strukturnya

Mulai tahun ajaran 2022/2023 mulai dikenalkan dengan kurikulum baru yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yaitu “Kurikulum Merdeka”. Kemendikbudristek memaparkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan pada pendidik untuk menciptakan pembelajaran bekualitas. Yang diharapkan bisa sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka ini adalah pilihan, maka setiap sekolah mempunyai pilihan untuk melaksanakannya atau tidak. Konsep “Kurikulum Merdeka” mungkin dapat diartikan sebagai upaya untuk memberikan kebebasan lebih kepada sekolah atau guru dalam merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal. Pergeseran ke arah kurikulum yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dapat menjadi suatu langkah untuk meningkatkan efektivitas pendidikan. Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik yaitu pengembangan soft skill dan karakter melalui projek penguatan profil pelajar pancasila. Diharapkan siswa memiliki  kemampuan untuk memecahkan masalah. Karakteristik selanjutnya yaitu fokus pada materi esensial, relevan, dan mendalam sehingga ada waktu cukup untuk membangun kreativitas dan inovasi. Diharapkan untuk peserta didik mampu mencapai kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. Pembelajaran yang fleksibel memberikan keleluasaan bagi guru untuk melakukan pemberian materi sesuai dengan tahapan pencapaian perkembangan masing-masing peserta didik.   baca juga: Istilah-Istilah dalam Kurikulum Merdeka yang Wajib Diketahui Pengajar   Diharapkan dengan adanya kurikulum baru ini, seluruh sekolah di Indonesia bisa mmeberikan siswa kebebasan untuk mengembangkan bakat, minat, dna kemampuan yang dimiliki. Selaiin itu, Kurikulum Merdeka juga memberikan kebebasan kepada guru/pengajar dengan memilih perangkat ajar sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat siswa. Penerapan Kurikulum Merdeka ternyata memiliki banyak keunggulan. Keunggulan yang pertama adalah lebih sederhana dan mendalam. Dikatakan lebih sederhana karena lebih fokus pada materi yang esensial dan juga pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Kurikulum ini dianggap lebih merdeka. Ini dikarenakan sudah tidak ada program peminatan IPA, IPS atau bahasa. Peserta didik memiliki kebebasan untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan bakat, minat dan aspirasinya. Beberapa prinsip umum yang dapat dicakup dalam struktur Kurikulum Merdeka melibatkan: Pada umumnya, konsep “Kurikulum Merdeka” menekankan fleksibilitas dan kebebasan dalam merancang struktur kurikulum. Meskipun implementasinya mungkin berbeda di setiap institusi. Kurikulum Merdeka SMA sendiri yaitu kurikulum yang diterapkan pada jenjang pendidikan SMA dengan kegiatan belajar mengajar yang lebih fleksibel, mulai dari segi alokasi waktu hingga materi pelajaran, tapi tetap berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Fleksibilitas: Memberikan keleluasaan kepada sekolah, guru, dan siswa untuk memilih atau merancang materi pelajaran sesuai dengan kebutuhan lokal dan kondisi sekolah. Memungkinkan adaptasi kurikulum untuk mencakup perubahan-perubahan dalam dunia pendidikan dan masyarakat. Integrasi Mata Pelajaran: Mendorong pendekatan lintas mata pelajaran untuk merangsang pemikiran kreatif dan pemecahan masalah. Menyatukan berbagai bidang studi untuk menciptakan pemahaman yang holistik. Keterampilan Hidup: Menekankan pengembangan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti keterampilan komunikasi, keterampilan kolaborasi, dan literasi digital. Mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan praktis. Pemahaman Holistik: Mengintegrasikan aspek-aspek pendidikan karakter, etika, dan nilai-nilai moral ke dalam kurikulum. Memperhatikan perkembangan seluruh aspek peserta didik, termasuk aspek sosial, emosional, dan fisik. Kemitraan dengan Masyarakat: Mendorong keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam proses pembelajaran. Mengintegrasikan pengetahuan lokal dan kebijakan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Evaluasi yang Holistik: Menilai bukan hanya berdasarkan ujian tertulis, tetapi juga melibatkan penilaian keterampilan, proyek, dan portofolio. Mempertimbangkan perkembangan peserta didik secara menyeluruh, termasuk aspek karakter dan keterampilan non-kognitif.   Struktur Kurikulum Merdeka SMA terbagi atas dua fase, yaitu fase E untuk kelas X dan fase F untuk kelas XI dan XII.  Struktur Kurikulum Merdeka SMA Kelas X (Fase E) Pada awal kurikulum, mata pelajaran IPA dibagi menjadi tiga kategori: biologi, kimia, dan biologi. Namun dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran bahasa IPA tidak dianggap sebagai pembelajaran bahasa yang lebih terspesialisasi. Hal serupa juga terjadi di kelas IPS. Meskipun demikian, Kemendikbud tetap menyediakan lingkungan yang mendukung di sekolah agar siswa dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang tepat dalam memahami bagaimana materi pelajaran disusun. Pendekatan yang dapat dilakukan pihak sekolah adalah sebagai berikut: Mengintegrasikan muatan mata pelajaran IPA dan IPS. Mengajarkan muatan mata pelajaran IPA dan IPS secara bergantian dalam blok waktu terpisah. Mengajarkan muatan pelajaran IPA dan IPS secara paralel dengan Jam Pelajaran (JP) terpisah antara satu mata pelajaran dengan lainnya. Selain itu, guru juga perlu membuat pembelajaran inkuiri yang mengintegrasikan muatan pelajaran IPA dan IPS bila memilih pendekatan yang ketiga ini.  Struktur Kurikulum Merdeka SMA Kelas XI dan XII (Fase F) Pada fase F untuk kelas XI dan XII, struktur mata pelajaran dibagi menjadi lima kelompok utama, yaitu:  Kelompok Mata Pelajaran Umum Semua siswa SMA wajib mengikuti kelompok mata pelajaran umum ini. Kelompok Mata Pelajaran MIPA MIPA terdiri dari Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Informatika. Setiap sekolah wajib menyediakan paling sedikit tiga mata pelajaran dalam kelompok ini. Kelompok Mata Pelajaran IPS IPS terdiri dari Ekonomi, Antropologi, Geografi, dan Sosiologi. Sama seperti kelompok MIPA, setiap sekolah wajib menyediakan paling sedikit tiga mata pelajaran dalam kelompok ini. Kelompok Mata Pelajaran Bahasa dan Budaya Kelompok mata pelajaran ini bersifat pilihan. Itu artinya, sekolah bisa memilih untuk membuka kelompok mata pelajaran Bahasa dan Budaya atau tidak sesuai dengan ketersediaan SDM di sekolah. Kelompok Vokasi dan Prakarya Kelompok mata pelajaran Vokasi dan Prakarya juga bersifat pilihan. Sekolah bisa mengadakan mata pelajaran ini atau tidak, tergantung dengan ketersediaan SDM di sekolah.    Penting untuk dicatat bahwa struktur kurikulum merdeka dapat sangat bervariasi tergantung pada konteks dan tujuan pendidikan suatu negara atau institusi. Implementasi yang berhasil biasanya melibatkan kolaborasi yang erat antara pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, guru, dan masyarakat.   Ingin mengelola kegiatan administrasi dan keuangan sekolah dengan sistem digital? Coba Demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net atau  Hubungi admin kami untuk agendakan Zoom di 0812-3364-0003

Standard

Cara Tepat Melindungi Sistem Informasi Sekolah

Berbicara mengenai sistem informasi sekolah, ia merupakan alat yang mendukung untuk melakukan sebuah pengelolaan sekolah. Proses kelolanya bisa meliputi banyak hal, yaitu mulai dari pengorganisasian, pencatatan, perencanaan, melakukan koreksi, keuangan dan masih banyak lagi. Tujuan utama dari adanya sistem informasi sekolah adalah menunjang tercapainya sasaran serta tujuan operasional pendidikan. Sistem informasi sekolah online ini dapat terwujud jika lembaga memiliki standar kelayakan. Selain itu dibutuhkan pula sarana untuk mewujudkan sekolah yang modern dan berdaya saing. Karena setiap orang menginginkan kemudahan, jadi agaknya setiap sekolah harus mulai memiliki strategi baru. Apalagi jika itu berkaitan dengan administrasi. Melindungi data dari jangkauan orang asing memang sangat diperlukan. Oleh karenanya perlu adanya sistem keamanan yang melindungi sekolah dari kebocoran data. Berikut beberappa cara untuk melindungi sistem informasi sekolah. Ingin Administrasi sekolahmu yang masih pakai cara manual menjadi modern dan otomatis? Info Selengkapnya : – Telp/WhatsApp : wa.me/6281233640003 – FP/IG/YT : @AdminSekolah – Website : AdminSekolah.net AplikasiAdministrasiSekolah , SoftwareSekolah , SistemInformasiSekolah, AplikasiPendidikan, SistemAdministrasiSekolah, SistemManajemenSekolah

Standard

Cara Memilih Aplikasi Administrasi Sekolah Online yang Tepat

Nah, memasuki masa pandemi yang menyebabkan sekolah di rumah, ternyata memberikan pengalaman baru yang membuat banyak pihak mulai menciptakan sebuah aplikasi berbasis online yang bisa di manfaatkan di era pandemi. Aplikasi-aplikasi tersebut pilihan nya sangat banyak dan bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Dari banyak nya aplikasi yang tersedia, tentunya Anda harus memilih salah satu yang terbaik dan bisa berfungsi secara maksimal. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memilih aplikasi online terbaik. Ingin Administrasi sekolahmu yang masih pakai cara manual menjadi modern dan otomatis? Di tahun ajaran baru, sekolah sukses pakai Aplikasi Baru ! Pre Order aplikasi Admin Sekolah untuk Aktivasi di Bulan Juli 2021 dapat Promo Back To School. Info Selengkapnya : – Telp/WhatsApp : wa.me/6281233640003 – FP/IG/YT : @AdminSekolah – Website : AdminSekolah.net

Tim CS kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!