Nikmati promo presale 12.12 dengan diskon 10% + 25% sebelum promo puncak!

Tag: #SoftwareAplikasiSekolah

shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
Standard

Kebijakan Sekolah Ramah Anak

Kebijakan sekolah ramah anak adalah pendekatan dan panduan yang diimplementasikan oleh sekolah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, aman, dan memberdayakan bagi semua siswa. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif, inklusif, dan memungkinkan perkembangan holistik anak-anak. Contoh Kebijakan Sekolah Ramah Anak Anti-Pelecehan dan Anti-Bullying Sekolah harus memiliki kebijakan nol toleransi terhadap pelecehan fisik atau verbal serta tindakan bullying. Siswa perlu merasa aman dan nyaman di sekolah, sehingga mereka dapat berfokus pada pembelajaran tanpa rasa takut. Kurikulum yang Inklusif Mengadopsi kurikulum yang memperhatikan keberagaman siswa dan menyediakan beragam peluang pembelajaran untuk semua siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus atau berbakat. Partisipasi dan Keterlibatan Orang Tua Mendorong partisipasi aktif orang tua dalam kegiatan sekolah dan memberikan ruang bagi mereka untuk berinteraksi dengan staf sekolah, guru, dan pimpinan sekolah.   Baca Juga: Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru   Penguatan Keterampilan Sosial Membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional mereka, termasuk kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, bekerja sama, dan mengatasi konflik dengan cara yang sehat. Lingkungan Fisik yang Aman dan Ramah Memastikan fasilitas sekolah aman dan memadai serta mendukung kegiatan belajar yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak. Peningkatan Kesadaran dan Pendidikan Mengadakan pelatihan dan workshop untuk staf sekolah dan guru mengenai topik-topik seperti pelecehan, bullying, kekerasan, inklusivitas, dan isu-isu kesehatan mental yang berhubungan dengan anak-anak. Penghargaan dan Pengakuan Mengakui prestasi siswa dalam berbagai bidang, memperkuat rasa percaya diri mereka, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan positif. Menanggapi Kebutuhan Khusus Memberikan dukungan khusus kepada siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus atau masalah kesehatan mental untuk memastikan bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dalam belajar. Berpartisipasi dalam Program Pemberdayaan Anak Mengikutsertakan siswa dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi mereka, misalnya melalui dewan siswa atau kelompok-kelompok konsultasi yang melibatkan siswa dalam merancang kebijakan sekolah. Fasilitasi Konseling dan Dukungan Emosional Menyediakan layanan konseling bagi siswa yang memerlukan dukungan emosional atau bantuan dalam mengatasi tantangan pribadi. Pihak sekolah juga perlu untuk mengawasi siswa yang mengalami perubahan emosional dengan mengajaknya berbicara. Jadi pihak sekolah tidak hanya menunggu tetapi juga mengambil langkah tindakan secara langsung. Kebijakan sekolah ramah anak akan membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, dan akademik anak-anak. Hal ini juga akan membantu menciptakan siswa yang lebih bahagia, termotivasi, dan siap menghadapi masa depan dengan percaya diri.   ========================================================================================   Ingin mengelola administrasi dan manajemen sekolah secara online atau digital? Pembuatan laporan keuangannya pun sudah otomatis?  Coba demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net

Standard

Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru

Meningkatkan kinerja guru adalah tujuan penting dalam dunia pendidikan, karena guru memiliki peran sentral dalam membentuk masa depan generasi muda. Untuk meningkatkan kinerja guru, seorang kepala sekolah dapat mengambil beberapa langkah strategis dan proaktif. Berikut adalah beberapa cara kepala sekolah meningkatkan kinerja guru: Komunikasi yang efektif Kepala sekolah harus memiliki komunikasi yang terbuka dan efektif dengan para guru. Ini termasuk menyediakan waktu untuk mendengarkan masukan dan masalah yang dihadapi oleh guru, serta memberikan umpan balik konstruktif secara teratur. Penilaian kinerja yang adil Menggunakan penilaian kinerja yang obyektif dan adil untuk menilai kinerja guru. Evaluasi ini harus didasarkan pada kriteria yang jelas dan mencakup aspek seperti kualitas pengajaran, partisipasi dalam kegiatan sekolah, dan kemajuan siswa. Pelatihan dan pengembangan profesional Memberikan kesempatan bagi guru untuk mengikuti pelatihan dan program pengembangan profesional. Ini membantu mereka meningkatkan keterampilan pengajaran mereka, mengikuti perkembangan terkini dalam pendidikan, dan memperoleh wawasan baru tentang metode pengajaran yang efektif. Berikan dukungan dan sumber daya yang memadai Pastikan guru memiliki dukungan dan sumber daya yang memadai untuk menghadapi tantangan dalam mengajar. Ini termasuk akses ke bahan ajar yang mutakhir, teknologi, dan perangkat lunak yang diperlukan. Dorong kolaborasi dan pertukaran ide Fasilitasi lingkungan yang mendorong kolaborasi antara para guru. Pertukaran ide dan pengalaman dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan memungkinkan guru untuk belajar satu sama lain.   Baca Juga: 10 Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Mutu Pendidikan   Beri pengakuan atas prestasi Berikan pengakuan dan apresiasi atas prestasi guru. Ini dapat mencakup penghargaan, pujian di depan kolega, atau kesempatan untuk berbagi keberhasilan mereka dengan pihak lain. Pembinaan dan mentoring Selain pelatihan, juga pertimbangkan program pembinaan atau mentoring yang membantu guru baru atau yang berkinerja rendah untuk meningkatkan kemampuan mereka. Perhatikan kesejahteraan guru Pastikan kesejahteraan guru dijaga dengan memberikan lingkungan kerja yang aman, dukungan emosional, dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Libatkan orang tua dan siswa Involusi orang tua dan siswa dalam proses pembelajaran dapat membantu meningkatkan kinerja guru. Mereka dapat memberikan masukan berharga dan dukungan yang diperlukan dalam mendukung upaya guru. Monitor dan tindak lanjuti Kepala sekolah harus melakukan pemantauan terus-menerus terhadap kinerja guru dan menyediakan umpan balik secara teratur. Jika ada area yang memerlukan perbaikan, lakukan tindakan lanjutan untuk membantu guru mencapai potensinya. Ingatlah bahwa meningkatkan kinerja guru adalah proses yang berkelanjutan dan memerlukan komitmen yang kuat dari kepala sekolah serta dukungan dari seluruh staf dan komunitas sekolah. Semoga artikel “Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru”.   Bila ingin mencoba administrasi kesiswaan secara digital bisa coba demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net

Standard

10 Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Mutu Pendidikan

Pendidikan adalah salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu negara. Kualitas pendidikan yang baik akan membentuk generasi yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan. Sebagai pemimpin di lembaga pendidikan, kepala sekolah memiliki peran sentral dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dalam artikel ini, akan dibahas beberapa cara kepala sekolah meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya.   Memiliki Visi dan Misi yang Jelas Seorang kepala sekolah harus memiliki visi yang jelas mengenai arah dan tujuan sekolah. Visi ini harus diperkuat dengan misi yang terukur dan realistis. Dengan memiliki visi dan misi yang jelas, kepala sekolah dapat menginspirasi dan mengarahkan seluruh anggota sekolah untuk bekerja menuju pencapaian tujuan bersama.   Membangun Tim Kerja yang Solid Kepala sekolah perlu membangun tim kerja yang solid dan berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama. Tim kerja yang solid akan mempermudah pelaksanaan program-program pendidikan yang akan dilakukan di sekolah. Kepala sekolah juga perlu mendorong komunikasi yang terbuka dan kolaborasi antara semua anggota sekolah.   Meningkatkan Kompetensi Guru Guru adalah faktor kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah perlu memberikan perhatian khusus pada peningkatan kompetensi guru. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan profesional secara rutin, baik secara internal maupun dengan menggandeng lembaga pendidikan dan pemerintah terkait. Kepala sekolah juga perlu mendorong guru untuk terus mengikuti perkembangan terkini di bidang pendidikan.   Baca Juga: Saatnya Ubah Administrasi Kesiswaan Manual ke Administrasi Digital   Melakukan Supervisi dan Evaluasi Secara Berkala Supervisi dan evaluasi yang dilakukan secara berkala sangat penting dalam memantau dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Kepala sekolah perlu melibatkan diri secara aktif dalam proses ini dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan pembelajaran di kelas dan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada guru. Evaluasi juga dapat dilakukan melalui penggunaan indikator kinerja yang jelas dan terukur.   Menggunakan Teknologi dalam Pembelajaran Kepala sekolah dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pemanfaatan teknologi dapat dilakukan dalam berbagai aspek, seperti penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran, pengelolaan data siswa secara elektronik, atau pemanfaatan platform e-learning. Dengan menggunakan teknologi, kepala sekolah dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran di sekolahnya.   Membangun Hubungan dengan Orang Tua dan Masyarakat Kepala sekolah perlu menjalin hubungan yang baik dengan orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Hal ini penting untuk menciptakan dukungan dan partisipasi aktif dari orang tua dan masyarakat dalam upaya meningkat kan mutu pendidikan. Kepala sekolah dapat mengadakan pertemuan rutin, seminar, atau kegiatan lain yang melibatkan orang tua dan masyarakat dalam proses pendidikan.   Menyediakan Sarana dan Prasarana yang Memadai Kepala sekolah harus memastikan bahwa sarana dan prasarana di sekolah memadai untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang efektif. Hal ini meliputi fasilitas kelas yang memadai, perpustakaan yang lengkap, laboratorium, ruang olahraga, dan fasilitas lain yang diperlukan. Kepala sekolah perlu berperan aktif dalam memperjuangkan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana ini. Melibatkan Siswa dalam Pengambilan Keputusan Kepala sekolah dapat meningkatkan mutu pendidikan dengan melibatkan siswa dalam proses pengambilan keputusan di sekolah. Hal ini akan memberikan rasa memiliki dan tanggung jawab kepada siswa dalam pengelolaan sekolah. Kepala sekolah dapat mengadakan forum siswa, mendengarkan masukan mereka, dan melibatkan mereka dalam merencanakan kegiatan sekolah.   Membangun Budaya Sekolah yang Positif Kepala sekolah memiliki peran penting dalam membentuk budaya sekolah yang positif. Budaya sekolah yang positif akan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan memberikan nilai-nilai positif kepada seluruh anggota sekolah. Kepala sekolah perlu menjadi contoh teladan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut.   Memonitor Kemajuan dan Merayakan Prestasi Terakhir, kepala sekolah perlu secara teratur memonitor kemajuan sekolah dalam mencapai tujuan dan merayakan prestasi yang telah diraih. Hal ini akan memberikan motivasi kepada seluruh anggota sekolah untuk terus berprestasi dan meningkatkan mutu pendidikan.   Dalam kesimpulan, Cara Kepala Sekolah Meningkatkan Mutu Pendidikan di sekolah sangat penting. Dengan memiliki visi yang jelas, membangun tim kerja yang solid, meningkatkan kompetensi guru, melakukan supervisi dan evaluasi secara berkala, menggunakan teknologi, membangun hubungan dengan orang tua dan masyarakat, menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, melibatkan siswa dalam pengambilan keputusan, membangun budaya sekolah yang positif, serta memonitor kemajuan dan merayakan prestasi, kepala sekolah dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan menghasilkan generasi yang kompeten dan berdaya saing.   Bila ingin mencoba administrasi kesiswaan secara digital bisa coba demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net atau Hubungi Admin Kami    

Standard

Saatnya Ubah Administrasi Kesiswaan Manual ke Administrasi Digital

Mengubah administrasi kesiswaan manual ke digital merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan kegiatan kesiswaan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk melakukan peralihan tersebut:   Langkah-Langkah Peralihan Administrasi dari Manual ke Digital Evaluasi kebutuhan dan tujuan  Identifikasi kebutuhan administrasi kesiswaan di sekolah Anda dan tetapkan tujuan yang ingin dicapai dengan peralihan ke administrasi digital.  Apakah Anda ingin meningkatkan aksesibilitas data, mengurangi waktu pemrosesan, atau meningkatkan transparansi? Mengidentifikasi tujuan akan membantu Anda menentukan solusi digital yang paling sesuai.   Pilih sistem administrasi kesiswaan yang tepat Ada banyak perangkat lunak administrasi kesiswaan yang tersedia. Lakukan riset untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran sekolah Anda. Pastikan sistem tersebut dapat mengelola pendaftaran siswa, pencatatan kehadiran, pengelolaan jadwal, dan fitur-fitur lain yang Anda butuhkan.   Baca Juga: Kendala Administrasi Pendidikan dan Solusinya   Pelatihan dan persiapan Setelah memilih sistem administrasi kesiswaan yang sesuai, pastikan untuk meminta pelatihan dari penyedia aplikasi untuk staf administrasi dan guru yang akan menggunakan sistem tersebut. Persiapkan juga panduan dan sumber daya yang membantu mereka memahami dan menguasai penggunaan sistem baru.   Migrasi data Jika Anda sudah memiliki data administrasi kesiswaan dalam format manual, perlu dilakukan migrasi data ke dalam format digital. Pastikan data yang ada terorganisir dengan baik dan diimpor dengan benar ke dalam sistem administrasi kesiswaan yang baru.   Uji coba dan perbaikan Lakukan uji coba sistem administrasi kesiswaan secara menyeluruh sebelum mengimplementasikannya sepenuhnya. Identifikasi masalah potensial dan lakukan perbaikan yang diperlukan sebelum sistem digunakan secara luas. Kemudian, apabila tim penyedia layanan memiliki jaminan technical support, setorkan permasalah yang dihadapi.    Komunikasi kepada pihak terkait Sampaikan kepada siswa, orang tua, guru, dan pihak terkait lainnya mengenai peralihan ke administrasi kesiswaan digital. Berikan informasi tentang manfaat dan cara penggunaan sistem baru. Juga, tetap tersedia untuk menjawab pertanyaan dan memberikan bantuan jika diperlukan.   Evaluasi dan peningkatan Setelah administrasi kesiswaan digital diimplementasikan, lakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa sistem berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan. Terus perbarui dan tingkatkan sistem sesuai dengan umpan balik dari staf, guru, dan orang tua siswa. Perubahan dari administrasi kesiswaan manual ke digital membutuhkan waktu dan komitmen. Namun, dengan mengikuti langkah-langkah tersebut dan melibatkan semua pihak terkait, Anda dapat memanfaatkan manfaat efisiensi dan efektivitas yang ditawarkan oleh administrasi kesiswaan digital.     Bila ingin mencoba administrasi kesiswaan secara digital bisa coba demonya secara GRATIS di demo.adminsekolah.net

Standard

Mengajar di Abad 21: Project Based Learning dan Keterampilan

Project Based Learning adalah sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang memberikan kesempatan pasa siswa untuk memperdalam pengetahuannya sekaligus mengembangkan kemampuan melalui kegiatan problem solving dan investigasi. Model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) ini tidak hanya fokus pada hasil akhirnya, namun lebih menekankan pada proses bagaimana siswa dapat memecahkan masalahnya dan akhirnya dapat menghasilkan sebuah produk. Pendekatan ini membuat siswa mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dengan berpartisipasi aktif dalam mengerjakan proyeknya. Hal ini tentu saja lebih menantang daripada hanya duduk diam mendengarkan penjelasan guru atau membaca buku kemudian mengerjakan kuis atau tes.   Prinsip dalam Project Based Learning Berawal dari Masalah atau Pertanyaan Pembelajaran berbasis proyek selalu bersumber dari sebuah masalah atau pertanyaan. Pertanyaan yang harus dipecahkan harus memiliki tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan level siswa.    Otentik & Relevan Proyek yang dilakukan siswa harus mencakup pertanyaan-pertanyaan dalam dunia nyata atau yang relevan dengan pengalaman siswa. Siswa dapat menghubungkan antara pengetahuan yang didapatkan saat pembelajaran dengan manfaat atau kegunaannya di dunia nyata.   Kebebasan untuk Memilih Metode pembelajaran berbasis proyek hendaknya memberikan kebebasan siswa untuk menentukan strategi memecahkan masalah, produk apa yang akan dihasilkan, dan juga bagaimana cara menghasilkan produk tersebut.   Self Reflection Dalam Project Based Learning siswa diharapkan mampu merefleksikan semua pengalaman yang di dapat selama mengerjakan proyeknya. Kemudian siswa mampu menyimpulkan pelajaran berharga apa yang dapat diambil selama proses project based learning.   Feedback Metode pembelajaran project based learning juga mengajarkan pada siswa untuk dapat memberikan  dan menerima masukan-masukan atas proyek yang dilakukannya.  Dengan demikian mereka tidak hanya belajar dari guru tetapi dapat saling belajar dengan sesama teman.   Baca Juga: Project Based Learning Ternyata Bisa Loh untuk PAUD, Ini Contohnya!   Presentasi Di akhir proses Pembelajaran berbasis proyek, Siswa harus mampu mempresentasikan penemuannya atau produk yang dihasilkannya di depan teman-teman sekelas atau bahkan di depan masyarakat umum. Selain berdiskusi tentang proyeknya, diharapkan semua siswa mampu menarik kesimpulan dari apa yang telah dipelajari dan juga dipraktikkan.   Langkah Pembelajaran Project Based Learning Mulai dengan Pertanyaan  Pancing siswa dengan pertanyaan. Pertanyaan harus mengandung permasalahan yang wajib dipecahkan dan menghasilkan sebuah penemuan atau produk. Topik atau tema harus sesuai dengan real world dan mendorong siswa untuk melakukan investigasi yang mendalam.   Susun Perencanaan Bersama Murid Menyusun perencanaan meliputi aturan main, pemilihan aktivitas yang mendukung untuk menjawab pertanyaan, serta menginformasikan alat dan bahan yang dapat digunakan untuk menyelasaikan projek.   Susun Jadwal Aktivitas Setelah menyusun perencanaan awal dengan murid, langkah selanjutnya adalah menyusun jadwal aktivitas yang dilakukan selama projek. Waktu penyelesaian harus jelas dan siswa diberikan arahan terkait pengelolaan waktu. Berikan siswa kebebasan dan kesempatan untuk mencoba menggali sesuatu yang baru.    Pengawasan Pengerjaan Proyek Meski siswa diberikan kebebasan untuk projeknya, guru tetap bertanggung jawan untuk memantau siswa selama projek berlangsung. Guru bertindak sebagai mentor yang selalu mengarahkan para siswa untuk selalu fokus dan terarah dalam mengerjakan proyeknya.   Memberikan Penilaian Produk Guru membantu siswa dalam mengukur ketercapaian standar pada proses dan produk yang dihasilkan. Guru bereran mengevaluasi kemajuan tiap siswa dan memberi feedback. Selanjutnya Guru dapat menyusun strategi pembelajaran berikutnya. Penilaian produk dapat dilakukan dengan mempresentasikan produknya di depan teman atau guru.   Evaluasi Pada akhir proses pembelajaran project based learning, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan dan produk yang telah dihasilkan. Refleksi dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Dalam refleksi ini siswa diberikan kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya selama menyelesaikan proyek.   Semoga bermanfaat 🙂   Ingin Tau Cara Kerja Aplikasi Presensi Melalui Selfie? Simak Videonya:  

Standard

Project Based Learning Ternyata Bisa Loh untuk PAUD, Ini Contohnya!

Seperti yang kita ketahui bersama, dengan kurikulum yang diterapkan saat ini siswa dituntut untuk mengikuti pelajaran berbasis proyek atau (Project Based Learning).    Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media. Menurut Kemdikbud (2013), peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata.  Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan investigasi dan memahaminya. Mengingat bahwa masing-masing siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, maka pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menggali materi dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif. Pembelajaran berbasis proyek merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata, hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha siswa.    Tantangan Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek di PAUD  Tentu penerapan pembelajaran berbasis proyek untuk siswa PAUD berbeda dengan jenjang sekolah lainnya. Pasalnya mengajari siswa PAUD memiliki tantangan tersendiri dibandingkan jenjang lain.  Penerapan harus didasarkan dan dimulai dari lingkungan terdekat siswa PAUD, misalnya tentang keluarga, mainan, berkebun, binatang, dan lainnya. Sesuaikan dengan minat siswa PAUD. Hal apa yang membuat mereka tertarik. Namun, tentunya siswa PAUD memiliki tantangan tersendiri dibandingkan jenjang yang lain. Penerapan (PjBL) pada dasarnya harus dimulai dari lingkungan terdekat, misalnya tentang keluarga, mainan, berkebun, binatang, dan lainnya. Baca Juga: Pengembangan Soal Menggunakan Level Kognitif   Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek untuk PAUD  Ada beberapa hal perlu diperhatikan ketika menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk siswa PAUD. Pertama, pilih proses yang melibatkan minat murid dari awal prosesnya. Dengan menyesuaikan minat, guru akan lebih mudah memfasilitasi siswa.  Kedua, kegiatan ini tidak untuk menghasilkan produk satu khusus. Setelah siswa melakukan eksplorasi panjang, siswa bisa membuat produk yang berbeda-beda. Hal yang menjadi poin penting adalah kompetensi yang ingin dicapai. Ketiga, guru perlu memakai alat bantu untuk mempermudah siswa dalam memahami permasalahan. Contohnya video, gambar, atau pengamatan langsung. Selanjutnya, guru bisa menggunakan pertanyaan pemantik yang disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif siswa.   Contoh Pembelajaran Berbasis Proyek untuk PAUD  Guru bisa mengambil salah satu tema yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar yang familiar bagi siswa. Contohnya adalah guru mengajak murid berkeliling halaman sekolah untuk melihat kondisi di sana. Kemudian, guru dapat melempar pertanyaan pemantik seperti menanyakan pendapat apakah lingkungan sekolah mereka bersih atau kotor. Jika masih kotor, maka guru bisa bertanya kembali apa yang dapat dilakukan supaya bersih. Berikutnya, guru dapat membagi murid ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri atas siswa dengan kemampuan kognitif dan bahasa yang berbeda supaya nanti mereka dapat saling bantu. Aktivitas ini menantang sebab tak semua siswa akan langsung punya ide. Guru pun dapat memberikan saran opsi seperti bersih-bersih bersama, membuat poster kebersihan, membuat panduan membersihkan mainan, dan lainnya. Melalui proses membuat produk, tugas guru adalah memfasilitasi pembagian peran supaya semua murid dapat terlibat. Setelah produk selesai, maka setiap kelompok dapat membawa hasil produknya di depan kelas, bisa kelas sendiri maupun kelas lain. Melalui presentasi tersebut, guru dapat melihat bagaimana proses belajar siswa dan bagaimana kompetensi yang dicapai mereka dari belajar projek. Semoga bermanfaat 🙂   Ingin Tau Cara Kerja Aplikasi Presensi Melalui Selfie? Simak Videonya:

Standard

Tips Guru: Buat Ujian Lebih Menyenangkan dengan Bantuan QR

Ujian menjadi satu syarat dalam mencapai kemampuan siswa, selain pemahaman saat di kelas atau di luar kelas sehari-hari. Ada cara terbaru yang dapat membuat pandangan siswa tentang ujian tidak menjadi mengerikan tetapi malah menyenangkan. Mau tau ujian seperti apa ya yang membuat siswa senang? Yuk simak tips guru berikut. Buka web, ketik Quizizz Bila belum memiliki akun, klik sign up Isi segala ketentuan pendaftaran akun Masuk ke aplikasi Quizizz, klik log in Isi dengan email dan password yang digunakan ketika mendaftar akun Tentukan model kuis, bisa membuat sendiri dengan klik create my quiz Baca Juga: Permudah Administratif Guru dengan Jurnal Mengajar Online Adapun cara penggunaan dari aplikasi Quizizz adalah sebagai berikut, Masuk ke www.quizizz.com Klik tulisan log in Jika sudah masuk, kemudian buat kuis, pada tulisan “create” Pilih teleport dari Library atau Creat a new question dan akan muncul tampilan seperti di bawah Masukkan nama kuis, contoh : Pelajaran Agama Islam Tuliskan pertanyaan pada kolom yang tersedia, “Type Your Question Here”, lalu masukkan opsi jawaban (apabila menggunakan multiple choice/pilihan ganda) pada kolom “type an answer options here” Beri tanda centang, kolom jawaban yang benar Kemudian atur durasi mengerjakan dalam setiap soal Klik save Kemudian, setting quiz. Klik kata “Setting” maka akan muncul tampilan quiz detail (aturlah kelas berapa kuis itu akan di tujukan), lalu klik save Kemudian, muncul tampilan berikutnya, pilihlah “ Homework”, apabila hendak digunakan sebagai PR, serta pilih “ Play Live”, apabila hendak digunakan sekarang. Masukkan deadline atau batas waktu mengerjakan (atur tanggal serta jam) lalu klik “ Proceed” Kemudian, muncul tampilan berikutnya, yaitu kode yang digunakan untuk masuk dalam pengerjaan kuis. Kemudian membuka Link http://quizizz.com/admin/ Itu tadi tips guru untuk membuat ujian agak tidak monoton dengan kertas. Bisa ajak siswa lebih rileks dengan ujian menggunakan QR.     Ingin Tau Cara Kerja Aplikasi Presensi Melalui Selfie? Simak Videonya: Coba Demonya di demo.adminsekolah.net  

Standard

Permudah Administratif Guru dengan Jurnal Mengajar Online

Permudah Administratif Guru dengan Jurnal Mengajar Online 🙂 Sekarang adminsekolah sudah dilengkapi dengan Fitur “Jurnal Mengajar”. Semakin mudah melakukan kegiatan administratif guru dalam satu aplikasi. Guru tidak repot mengisi jurnal manual, cukup mengisi dalam aplikasi adminsekolah. Jurnal dapat dicetak otomatis 👍 Tertarik? Segera hubungi admin kami ya 🙂 Info Selengkapnya: Telp/Wa : 0812-3364-0003 / wa.me/6281233640003 Website : adminsekolah.net FP | IG | YT : @AdminSekolahNet Layanan Zoom: https://bit.ly/aszoomsesi1 https://bit.ly/aszoomsesi2

Standard

5 Referensi Model Pembelajaran Kreatif

Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif dan siswa dapat menangkap materi dengan mudah dibutuhkan bantuan model pembelajaran yang kreatif. Berikut 5 model pembelajaran yang bisa dijadikan referensi: Role Playing Role playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Dalam model ini siswa diminta untuk menjadi seorang pemeran. Langkah-Langkah Metode Role Playing Guru menentukan skenario Membuat kelompok setidaknya 5 orang Memberikan penjelasan kompetensi yang akan dicapai Masing-masing kelompok memeragakan skenario yang telah diberikan Setelah itu beri kesempatan mereka untuk membahas hal yang sudah mereka perankan Masing-masing kelompok menyampaikan kesimpulan Evaluasi Talking Stick Talking stick merupakan metode pembelajaran kelompok menggunakan bantuan tongkat dan musik sebagai penentu penjawab pertanyaan. Langkah-Langkah Metode Talking Stick:  Menyiapkan tongkat atau stick.  Menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik  Memberikan waktu sekitar 20 menit kepada peserta didik untuk memahami pembelajaran yang telah dijelaskan Setelah waktu habis, peserta didik menutup semua buku Mulai memainkan tongkat dengan diiringi musik daerah Nyalakan musik dan selama musik masih menyala, tongkat akan terus berpindah Ketika musik berhenti maka peserta didik yang terakhir memegang tongkat akan menjawab pertanyaan Langkah-langkah tersebut akan terus terulang hingga semua peserta didik mendapatkan giliran untuk menjawab pertanyaan Baca Juga: Mencegah Kehilangan Data Sekolah dengan Aplikasi Sekolah Online Tebak Kata Model pembelajaran tebak kata adalah pembelajaran yang menggunakan media kartu teka-teki dan sekaligus kartu jawaban teka-teki.  Langkah-Langkah Metode Talking Stick:  Buat atau siapkan kertas kecil yang berisi petunjuk. Sebagai contoh: aku adalah mamalia laut, tubuhku besar dan tinggal di laut dalam, siapakah aku? Sertakan jawaban di bagian bawah kertas Buat anak berpasang-pasangan dan yang bisa menjawab akan mendapat poin Dragon Ball Dragon ball merupakan metode pembelajaran dimana anak diperintahkan untuk memberikan pertanyaan kepada temannya saat kegiatan belajar bersama.  Langkah-Langkah Metode Dragon Ball Menyampaikan materi pembelajaran Membentuk kelompok dan memilih ketua dari masing-masing kelompok Ketua kelompok memberikan penjelasan terkait materi Masing-masing anak diberikan satu lembar kertas kerja Setiap anak menuliskan pertanyaan sesuai materi yang dijelaskan ketua kelompok mereka Kertas pertanyaan diremas hingga berbentuk seperti bola Bola berisi pertanyaan dilempar secara acak dari satu anak ke anak lain selama beberapa menit Setiap anak mendapat satu bola kertas berisi pertanyaan Memberikan kesempatan anak menjawab pertanyaan yang tertulis pada bola kertas secara bergantian Lakukan evaluasi materi setelah anak mendapat giliran semuanya Alat Peraga Alat peraga digunakan sebagai media pengajaran bagi mata pelajaran yang umumnya dinilai kurang diminati siswa, misalnya matematika, sains, atau bahasa inggris. Penerapan media pembelajaran kreatif ini dinilai dapat ideal apabila dibarengi oleh ketersediaan fasilitas sekolah. Contohnya saat menyampaikan materi planet dan jaraknya dengan bumi, maka guru bisa menggunakan media papan dan gambar yang lebih menarik perhatian siswa. Atau ajak siswa untuk membuat media tersebut sehingga materi lebih diingat karena dipraktekkan secara langsung. Itu tadi pembahasan tentang metode pembelajaran kreatif. Apakah ada metode lain untuk melakukan pembelajaran kreatif? Tulis di kolom komentar ya   Rekomendasi 🔔Kelola Administrasi Madrasah Aliyah secara Efisien dengan AdminSekolah🔔 Jika Anda seorang staf administrasi di Madrasah Aliyah, maka hal apa yang sering membuat Anda pusing? ❌ Banyaknya data keuangan, akademik, dan data administrasi lainnya? ❌ Pengelolaan data masih manual sehingga membutuhkan banyak waktu? ❌ Bahkan harus membuat kuitansi/surat tagihan untuk wali murid? Lalu, apa yang Anda perlukan? AdminSekolah Solusinya 👍🏼 AdminSekolah adalah Aplikasi Administrasi Madrasah Aliyah yang dapat diakses secara online. Keuntungan Menggunakan AdminSekolah: ✅ Mudah mengolah data keuangan ✅ Info tagihan & invoice pembayaran via WhatsApp ✅ Absensi Pegawai dengan Selfie & GPS ✅ Android Wali Murid ✅ Fitur izin & konseling ✅ Payment Gateway Jadi tunggu apalagi, gunakan Aplikasi Administrasi Madrasah Aliyah sekarang juga ✨ Coba demo gratis-nya di demo.adminsekolah.net Info Selengkapnya: Telp/WA : 0812-3364-0003 / (wa.me/6281233640003) IG l FB l YT : @adminsekolahnet Website : adminsekolah.net Layanan Zoom: https://bit.ly/aszoomsesi1 (pukul 10.00 WIB) https://bit.ly/aszoomsesi2 (pukul 13.30 WIB)

Standard

Promo Hemat AdminSekolah

📢 Promo Hemat 📢 Walaupun bulan Ramadan sudah berakhir, tetapi Promo Hemat belum berakhir loh… ✔️ Bayar Lunas di bulan Mei, GRATIS 2 bulan*skb #GRATIS – Layanan Migrasi Data – Pelatihan Online Mau HEMAT, jangan lewatkan promonya. Catat, ya… Promo Hemat tinggal di bulan Mei 2022. Pesantren #GoDigital Bersama AdminSekolah *SKB: – Promo berlaku per unit formal – Promo khusus pelanggan baru – Minimal berlangganan 12 bulan Info Selengkapnya: Telp/WA : 0812-3364-0003 / wa.me/6281233640003 Website : @adminsekolah.net FP | IG | YT : @AdminSekolahNet Layanan Zoom: https://bit.ly/aszoomsesi1 https://bit.ly/aszoomsesi2

Tim CS kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!