Month: May 2023

shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
Standard

Peran Penting Administrator dalam Administrasi Kesiswaan

Seorang administrator khususnya yang menangani perihal administrasi kesiswaan dapat terdiri dari staf admin seperti petugas administrasi sekolah, sekretaris kesiswaan, atau petugas kegiatan ekstrakurikuler. Mereka bekerja sama dengan pimpinan sekolah, guru, dan siswa untuk menjalankan tugas-tugas administratif dan memastikan bahwa kegiatan kesiswaan berjalan dengan lancar. Peran penting administrator bagian kesiswaan adalah dalam mengatur dan memfasilitasi kegiatan kesiswaan di sekolah. Mereka membantu menyediakan informasi yang diperlukan siswa, guru, orang tua, dan pihak terkait lainnya. Mereka juga berperan dalam menjaga keamanan data siswa, memastikan kepatuhan terhadap peraturan, serta membantu memfasilitasi komunikasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan kesiswaan.   Baca Juga: Rumus Dasar Excel yang Berguna untuk Admin Sekolah   Administrasi kesiswaan adalah tugas administratif yang berkaitan dengan pengelolaan data dan dokumentasi terkait siswa. Tugas-tugas bagian administrasi kesiswaan meliputi berbagai hal, antara lain: Tugas-Tugas Administrasi Kesiswaan Pendataan Siswa Administrasi kesiswaan bertugas untuk mengumpulkan data lengkap siswa seperti persyaratan-persyaratan yang tercantum di pendaftaran. Biasanya data ini akan dikumpulkan saat pendaftaran dan bila belum lengkap akan diminta kembali saat awal masuk sekolah.  Pemeliharaan Data Siswa Memelihara dan mengelola data siswa secara keseluruhan. Mereka mencatat informasi penting seperti alamat, nomor telepon, riwayat kesehatan, catatan akademik, dan kehadiran siswa. Jika terjadi perubahan data siswa maka administrasi kesiswaan bertugas untuk memperbaruinya. Kemudian, mengelola data pribadi siswa beserta walinya. Penting untuk menjaga kerahasiaan data dan kehilangan data, pasalnya berisi data pribadi. Pengurusan Surat Izin Siswa Ketika siswa membutuhkan surat izin untuk keperluan tertentu, seperti izin mengikuti kegiatan di luar sekolah, atau surat keterangan lainnya, administrasi kesiswaan akan membantu dalam mengeluarkan dan mengelola surat-surat tersebut. Pengarsipan Dokumen Administrasi kesiswaan bertanggung jawab untuk mengelola dan mengarsipkan dokumen-dokumen terkait kesiswaan, seperti formulir pendaftaran, transkrip nilai, dan dokumen penting lainnya. Mereka juga harus memastikan bahwa dokumen-dokumen tersebut tersedia secara teratur dan dapat diakses saat diperlukan.   Tugas-tugas di atas adalah contoh umum dari peran penting administrator bagian kesiswaan, tetapi mungkin dapat bervariasi tergantung pada kebijakan dan prosedur yang berlaku di sekolah atau lembaga pendidikan.   Ingin kelola administrasi kesiswaan secara online dan digital? Yuk langsung coba demo gratisnya di demo.adminsekolah.net  

Standard

Pengembangan Soal Menggunakan Level Kognitif

Seorang pendidik dalam menentukan kata kerja operasional (KKO) dalam penulisan indikator soal sering kali mendapati KKO yang digunakan sama dengan KKO proses berfikir yang lain. Demi menekankan permasalahan ini, Puspendik dalam Kemendikbud (2019) mengklasifikasikan KKO menjadi level kognitif. Level kognitif adalah tingkat kemampuan peserta didik dalam penerimaan penjelasan. Baik secara individu maupun kelompok. Dibagi menjadi 3 kelompok yaitu level kognitif 1 (pengetahuan dan pemahaman), 2 (aplikasi), dan 3 (penalaran).   Pengembangan Soal Level Kognitif 1 Pada level kognitif 1, mengukur pengetahuan (C1) dan pemahaman (C2). Karakteristik soal level 1: Menunjukkan ingatan & pemahaman dasar materi-materi pelajaran serta bisa membuat generalisasi (pengelompokan umum) sederhana. Menunjukkan tingkatan dasar dalam memecahkan masalah sesuai contoh pembelajaran melalui salah satu cara yang pernah diajarkan. Menunjukkan pemahaman dasar terhadap bentuk penyajian data grafik, label & bentuk visual lainnya. Menyampaikan fakta-fakta dasar melalui istilah sederhana. Kategori soal pada level 1 terkadang kategori sukar, tetapi bukanlah soal HOTS. Untuk menjawab soal di level 1 ini, siswa harus mengingat beberapa rumus atau peristiwa, menghafal definisi, menyebutkan prosedur.    Baca Juga: 6 Peran Guru untuk Menciptakan Lingkungan Belajar Efektif   Pengembangan Soal Level Kognitif 2 Level kognitif 2 mengukur aplikasi atau menerapkan (C3). Karakteristik soal pada level 2: Menunjukkan pengetahuan & pemahaman materi pelajaran & mampu mengaplikasikan ide-ide & konsep-konsep sesuai konteks tertentu. Membuat penafsiran & analisis terhadap suatu informasi & data. Melakukan pemecahan masalah-masalah umum di suatu materi pelajaran. Membuat penafsiran data yang berupa grafik, tabel maupun bentuk visual lainnya. Menyampaikan secara gamblang & terorganisir penggunaan istilah-istilah khusus. Kata Kerja Operasional (KKO) yang sering digunakan yaitu: menerapkan, menggunakan, menentukan, menghitung, membuktikan, dan lainnya. Soal di level 2 ini dimungkinkan termasuk kategori sedang atau sulit, namun demikian bukan termasuk soal-soal HOTS.   Pengembangan Soal Level Kognitif 3 Pada level ini mencakup 3 tingkat yaitu C4 (Menganalisis), C5 (Mengevaluasi), C6 (Mengkreasi). Karakteristik soal pada level 3: Menunjukkan pengetahuan & pemahaman lebih luas terkait materi pelajaran & juga penerapan ide maupun konsep untuk kondisi serupa maupun kondisi berbeda. Melakukan analisis, sintesis & evaluasi terhadap gagasan & informasi teraktual. Menjabarkan hubungan konseptual sebuah gagasan & informasi teraktual. Membuat penafsiran & penjelasan gagasan kompleks suatu ilmu pelajaran. Menyampaikan gagasan nyata & akurat menggunakan istilah (terminologi) yang benar. Melakukan pemecahan masalah menggunakan berbagai cara & variabel yang berkaitan. Membuat demonstrasi hasil pemikiran orisinal. Level ini merupakan level soal HOTS. Soal tidak selalu soal sulit, tetapi menuntut siswa menggunakan logika atau penalaran untuk mengambil keputusan, memprediksi, menyusun strategi baru untuk memecahkan masalah. KKO yang digunakan adalah menguraikan, mengorganisir, membandingkan, menyusun hipotesis, mengkritik, memprediksi, menilai, menguji, menyimpulkan, merancang, membangun, merencanakan, memproduksi, menemukan, memperbarui, menyempurnakan, memperkuat, memperindah, dan menggubah.   Itu tadi 3 KKO untuk pembuatan soal berdasarkan level kognitif. Untuk lebih jelasnya dapat melihat tabel di bawah ini. Semoga bermanfaat 🙂   Ingin Tau Cara Kerja Aplikasi Presensi Melalui Selfie? Simak Videonya:  

Standard

5 Tokoh Pahlawan Nasional yang Memperjuangkan Pendidikan Indonesia

Penetapan Hari Pendidikan Nasional tiap tanggal 2 Mei, tanggal yang sama dengan hari kelahiran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara.  Peran Ki Hajar Dewantara di bidang pendidikan tidak diragukan lagi. Kepeduliannya terhadap pendidikan di Indonesia melahirkan Taman Siswa yang menjadi cikal bakal sistem pendidikan di Indonesia. Namun, selain Ki Hajar Dewantara, ada tokoh-tokoh pahlawan nasional lain yang berjuang untuk pendidikan Indonesia. Ingin tahu siapa tokoh tersebut? Simak artikel berikut:   5 Tokoh Pahlawan Nasional yang Memperjuangkan Pendidikan Indonesia   Ki Hajar Dewantara Ki Hajar Dewantara atau bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (2 Mei 1889 – 26 April 1959) adalah seorang tokoh pendidikan Indonesia yang diakui sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Ia lahir di Yogyakarta dan memiliki latar belakang keluarga bangsawan. Selama hidupnya, ia banyak berjuang untuk memajukan pendidikan di Indonesia dan memberikan akses pendidikan yang merata untuk semua orang. Pada tahun 1912, Ki Hajar Dewantara mendirikan sekolah pendidikan di Belanda, yang kemudian dikenal dengan nama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) yang bertujuan untuk melahirkan tenaga medis pribumi. Pada tahun 1922, ia mendirikan Taman Siswa, sebuah lembaga pendidikan yang memberikan akses pendidikan bagi rakyat jelata, khususnya anak-anak petani dan buruh. Lembaga ini dianggap sebagai salah satu lembaga pendidikan pertama di Indonesia yang menyediakan pendidikan bagi rakyat jelata.   H. Ahmad Dahlan H. Ahmad Dahlan (1868-1923) adalah seorang tokoh pendidikan dan keagamaan Islam yang dikenal sebagai pendiri Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Lahir di Yogyakarta, ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beragama dan belajar di sekolah tradisional pesantren. Setelah menamatkan pendidikan di pesantren, Ahmad Dahlan melanjutkan pendidikannya di Sekolah Rakyat Negeri, sebuah sekolah yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada masa itu. Setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Rakyat Negeri, Ahmad Dahlan mengajar di berbagai pesantren dan sekolah. Dia menyadari bahwa banyak orang Islam yang masih buta huruf dan tidak memiliki akses ke pendidikan modern. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk mendirikan organisasi Muhammadiyah pada tahun 1912, dengan tujuan untuk meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan umat Islam di Indonesia.   Baca Juga: Permudah Administratif Guru dengan Jurnal Mengajar Online   Kartini Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal dengan nama R. A. Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada usia 25 tahun) adalah seorang tokoh perempuan Indonesia yang dikenal sebagai pahlawan nasional. Ia dikenal karena perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak pendidikan dan emansipasi wanita di Indonesia, terutama di kalangan bangsawan Jawa. Kartini memperjuangkan pendidikan untuk perempuan Indonesia dengan membuka sekolah untuk anak-anak perempuan yang disebut Sekolah Kartini pada tahun 1903. Kontribusi dan perjuangan R. A. Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan emansipasi wanita Indonesia sangat besar. Ia memberikan inspirasi bagi banyak perempuan di Indonesia untuk berjuang dan memperjuangkan hak-hak mereka. Oleh karena itu, pada tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini dan ia diakui sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia.   Dewi Sartika Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, Jawa Barat, 4 Desember 1884 adalah seorang tokoh perempuan Indonesia yang dikenal sebagai pelopor pendidikan untuk perempuan dan pendiri sekolah pertama untuk perempuan di Indonesia, yaitu Sekolah Isteri (sekarang dikenal dengan nama Sekolah Kartini) pada tahun 1907. Dewi Sartika berasal dari keluarga priyayi yang mendorong putri-putrinya untuk bersekolah. Dalam usahanya untuk memperjuangkan pendidikan bagi perempuan, Dewi Sartika memulai dengan membuka “Sekolah Kedokteran dan Keperawatan untuk Wanita” pada tahun 1903. Namun, sekolah ini tidak berhasil beroperasi karena keterbatasan dana dan dukungan. Tidak putus asa, Dewi Sartika kemudian mendirikan Sekolah Isteri pada tahun 1907. Sekolah ini menjadi pelopor dalam membuka kesempatan bagi perempuan Indonesia untuk memperoleh pendidikan dan kemampuan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.   H. Hasyim Asy’ari H. Hasyim Asy’ari (1871-1947) adalah tokoh agama dan sosial yang dikenal sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU didirikan pada tahun 1926 dengan tujuan untuk mempertahankan ajaran Islam yang moderat dan toleran serta melawan gerakan pembaruan yang dipimpin oleh kaum muda yang cenderung radikal. K.H. Hasyim Asy’ari memiliki kontribusi yang besar dalam bidang pendidikan di Indonesia. Ia sangat peduli dengan masalah pendidikan dan menyadari bahwa pendidikan merupakan kunci penting bagi kemajuan bangsa. Oleh karena itu, ia mendirikan banyak sekolah dan pesantren di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Jawa Timur, yang pada akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, K.H. Hasyim Asy’ari juga berperan penting dalam pengembangan pendidikan Islam yang modern di Indonesia. Ia mendirikan pesantren-pesantren yang mengajarkan ilmu pengetahuan umum, seperti matematika, sains, dan bahasa asing, selain juga mengajarkan ilmu agama. Ia juga mendorong pendidikan untuk perempuan dan menyediakan fasilitas khusus bagi siswi di beberapa pesantren NU. COBA DEMO Aplikasi Manajemen Sekolah Simak Video Berikut:  

Standard

Syarat Menjadi Seorang Tata Usaha Sekolah

Tata usaha sekolah adalah bagian dari lembaga pendidikan yang bertugas untuk melakukan kegiatan administrasi dan pengelolaan administratif pada sekolah. Tugas utama tata usaha sekolah adalah memastikan berjalannya kegiatan sekolah dengan baik dan lancar, meliputi pengelolaan administrasi, surat-menyurat, keuangan, pengarsipan dokumen, dan koordinasi dengan pihak lain seperti orang tua siswa dan instansi terkait. Syarat menjadi tata usaha sekolah bisa berbeda-beda, tergantung pada aturan dan kebijakan masing-masing sekolah. Namun, beberapa syarat umum yang biasanya diperlukan.   Persyaratan Umum Menjadi Tata Usaha a. Memiliki pendidikan minimal SMA atau sederajat. b. Mampu mengoperasikan komputer dan menggunakan software aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office. c. Mampu berkomunikasi dengan baik dan ramah terhadap semua pihak, seperti siswa, guru, dan orang tua siswa. d. Mengetahui dan memahami tata cara administrasi sekolah e. Mampu mengelola waktu dengan baik dan mengatur jadwal kegiatan administrasi sekolah. f. Selain itu, beberapa sekolah mungkin juga menetapkan persyaratan tambahan, seperti pengalaman kerja di bidang administrasi atau penguasaan bahasa Inggris.    Baca Juga: Rumus Dasar Excel yang Berguna untuk Admin Sekolah   Memahami Tata Cara Administrasi Sekolah Pengarsipan dokumen Dokumen-dokumen yang terkait dengan kegiatan administrasi sekolah harus diarsipkan dengan rapi dan mudah diakses. Dokumen-dokumen tersebut antara lain: surat-menyurat, laporan, raport, dan dokumen administrasi lainnya.   Pengelolaan data siswa Data siswa harus dikelola dengan baik dan akurat. Data siswa yang harus dikelola antara lain data pribadi, data akademik, data kesehatan, dan data prestasi.   Pembuatan jadwal pelajaran Jadwal pelajaran harus disusun dengan baik dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Jadwal pelajaran harus memperhatikan aspek-aspek seperti pembagian jam pelajaran, mata pelajaran, guru pengajar, dan ruangan.   Pembuatan laporan Laporan administrasi sekolah harus dibuat secara berkala dan tepat waktu. Laporan-laporan tersebut antara lain laporan keuangan, laporan pengelolaan data siswa, dan laporan kegiatan sekolah.   Pembuatan surat-menyurat Surat-menyurat antara sekolah dengan siswa, guru, dan orang tua siswa harus dibuat secara sistematis dan rapi. Surat harus mencakup informasi yang jelas dan lengkap.   Pengelolaan keuangan Keuangan sekolah harus dikelola dengan baik dan transparan. Pengelolaan keuangan antara lain meliputi pengelolaan kas, pembayaran honor guru, pembelian barang dan jasa, serta pembuatan laporan keuangan.   Pengelolaan inventaris sekolah Inventaris sekolah seperti peralatan, buku-buku, dan perlengkapan harus dikelola dengan baik dan tercatat dengan jelas. Inventaris harus dipantau dan diperbaharui secara berkala.   Bayar Sekolah Anak Cukup dari Rumah? Bisaaaa Coba Demonya di AdminSekolah.Net Jangan lupa klik video berikut:

Standard

Tips Membantu Siswa dalam Memahami Pelajaran

Membuat siswa memahami pelajaran adalah tugas seorang guru. Bagaimana cara membuat pelajaran itu menarik, mudah dipahami, dan dapat diterapkan siswa pada pembelajaran kedepannya. Bahkan akan selalu diingat hingga siswa sudah lulus dari sekolah tersebut.   Tips Membantu Siswa Agar Mudah Memahami Pelajaran   1. Menggunakan mind map Cara pertama yang bisa anda lakukan agar murid dapat lebih cepat memahami materi adalah dengan menggunakan mind map. Menurut prinsip Brain Management, konsep mind map dikatakan sesuai dengan kerja alami otak. Mind map dapat membuat kedua belah otak bekerja secara bersamaan dan akan membantu memahami konsep dengan lebih baik.  Mind map juga membantu murid melihat konsep materi secara menyeluruh dengan lebih jelas, melihat keterkaitan antara satu bab dengan bab lain, dan membuat materi menjadi lebih mudah dipahami dengan petunjuk visual, sehingga belajar bisa lebih menyenangkan. Selain untuk murid, mind map juga bisa memberikan banyak manfaat untuk guru. Bapak dan  ibu guru dapat memetakan bahan ajar dengan lebih mudah, memecahkan materi yang rumit menjadi lebih sederhana, dan sebagainya. Cobalah menggunakan metode ini jika anda ingin para murid mudah menangkap materi yang akan anda paparkan.   2. Maksimalkan penggunaan teknologi Anda bisa menyesuaikan metode mengajar dengan teknologi yang kini semakin berkembang agar proses pemahaman materi menjadi lebih mudah dan cepat. Bapak dan  ibu guru dapat memanfaatkan internet untuk digunakan sebagai sumber materi lain bagi murid dalam mempelajari suatu subjek. Agar tidak mudah bosan, ubahlah teks ke dalam bentuk gambar atau audio.  Dengan cara ini para murid bisa menemukan hal baru yang lebih menyenangkan. Bapak dan ibu guru juga bisa memberikan pengetahuan mengenai mata pelajaran yang sedang dibahas melalui ruang belajar. Murid dapat mengakses video animasi dalam setiap mata pelajaran atau membaca artikel terkait materi yang sedang dipelajari sehingga mereka bisa lebih cepat memahami materi.   3. Terapkan metode interaktif Selain fokus pada materi pelajaran yang diberikan, anda juga harus memikirkan perkembangan murid. Yah, mungkin saja murid memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar akan suatu hal terhadap isu yang mungkin sedang dibahas pada mata pelajaran tertentu. Maka dari itu, penting untuk memberikan kesempatan pada mereka bertanya seputar pelajaran yang dibahas.  Guru bisa mengawali dengan menceritakan kisah pendek terkait pelajaran tersebut. Anda bisa membuat murid menjadi bertanya-tanya agar mereka menjadi lebih mudah mengerti dan memahami cara menyelesaikan pertanyaan dalam suatu pelajaran. Guru juga bisa membuat fokus group dan memulai diskusi secara bergantian dengan kelompok. Hal ini tentu akan memicu murid untuk lebih aktif dan berpikir kritis dalam memahami sebuah topik.   Baca Juga: 6 Peran Guru untuk Menciptakan Lingkungan Belajar Efektif   4. Siapkan materi dalam format lain, seperti animasi Ketika menyampaikan pelajaran pada murid sebaiknya guru tidak menghabiskan waktu dengan membahas hal yang kurang penting. Maka dari itu sebaiknya siapkan poin-poin dari materi pelajaran utama dalam bentuk yang lebih menarik seperti animasi. Atau bisa juga dengan cara lain, yakni menampilkan pelajaran melalui slide PowerPoint. Kemudian sisipkanlah animasi lucu dan bergerak di dalam beberapa slide. Hal ini akan membuat murid lebih semangat belajar dan lebih memahami materi yang diajarkan karena adanya bantuan animasi.   5. Berkeliling untuk menjawab pertanyaan murid Dalam mengajar tak hanya memberikan materi pelajaran saja, tapi guru juga bisa memperhatikan keadaan murid. Tak hanya mengajar di depan kelas hingga bel berbunyi, apalagi saat sedang mengajarkan topik yang cukup penting atau rumit. Guru harus meluangkan waktu untuk berkeliling menjawab pertanyaan murid saat mereka sedang belajar secara mandiri, maupun berkelompok. Cara ini memungkinkan guru dapat memberikan instruksi secara personal dan dapat secara khusus membantu siswa yang masih bingung dengan materi tertentu.   Itu tadi kelima tips membantu siswa memahami pelajaran yang bisa diterapkan oleh guru. Semoga bermanfaat 🙂   Ingin Tau Cara Kerja Aplikasi Presensi Melalui Selfie? Simak Videonya:

Standard

6 Peran Guru untuk Menciptakan Lingkungan Belajar Efektif

Peran guru dalam kegiatan belajar mengajar tidak hanya memberikan materi pembelajaran berdasarkan kurikulum. Guru merupakan seseorang yang mampu mengelola dan menciptakan lingkungan belajar yang baik. Dengan lingkungan belajar yang baik, diharapkan hasil belajar peserta didik berada pada tingkat optimal.   Guru sebagai Pengelola Kelas Guru sebagai pengelola kelas berperan mengatur dan mengawasi kegiatan-kegiatan belajar terarah pada tujuan pendidikan. Kegiatan mengatur dan mengawasi lingkungan belajar turut menentukan sejauh mana baiknya lingkungan belajar tersebut. Lingkungan yang baik bersifat menguatkan keinginan peserta didik untuk belajar, memberikan rasa aman, dan kepuasan dalam mencapai tujuan belajar. Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk berbagai kegiatan belajar dan mengajar agar tercapai mencapai hasil yang baik. Kemudian, tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memperoleh hasil yang diharapkan.   Guru sebagai Fasilitator Kegiatan belajar mengajar akan terhambat bila tidak ada fasilitas. Di sini fasilitas bukan hanya tools belajar seperti buku, papan tulis, atau semacamnya, tetapi guru juga ikut berperan menjadi fasilitator.  Guru sebagai fasilitator bertanggung jawab atas berjalannya proses pembelajaran, suasana kelas yang nyaman, cara penyampaian materi yang mudah dimengerti siswa, dan pemilihan bahan ajar yang sesuai dengan setiap mata pelajaran. Contohnya, bila kelas 6, 9, dan 12 akan melaksanakan ujian sekolah untuk menentukan kelulusan. Guru sebagai seorang fasilitator dapat membuat kelas tambahan agar siswa dapat mempelajari materi lebih dalam.    Baca Juga: Cara Baru Rekap Presensi Modern Agar Data Tidak Hilang     Guru sebagai Mediator Sebagai seorang mediator, guru menjadi perantara dalam komunikasi/hubungan antar manusia. Untuk itu, guru harus memahami bagaimana orang berinteraksi dan berkomunikasi. Hal tersebut diperlukan agar guru mampu menciptakan kualitas pembelajaran yang interaktif secara maksimal. Ada tiga macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru, yaitu mendorong berlangsungnya tingkah laku sosial yang baik, mengembangkan gaya interaksi pribadi, dan menumbuhkan hubungan positif dengan para peserta didik. Contohnya, saat siswa mengalami kesulitan di tengah diskusi, guru sebagai mediator wajib mengarahkan siswanya menemukan kesimpulan. Hal ini akan meningkatkan inisiatif siswa untuk menemukan jawaban tanpa diberitahu langsung.    Guru sebagai Motivator Guru sebagai seorang motivator hendaknya mendorong siswa untuk semangat dan aktif belajar. Memotivasi siswa dapat dilakukan dalam beberapa cara. Pertama, karakter mengajar seorang guru dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Siswa lebih menyukai guru yang menyenangkan, tidak menekan, dan menjelaskan materi dengan metode yang mudah dipahami. Contoh karakteristik guru seperti itu akan meningkatkan minat belajar siswa. Kedua, memberikan pujian terhadap siswa yang berhasil mengerjakan tugas atau project dengan baik. Bila ada siswa yang kurang bersemangat berikan penguatan motivasi dan tumbuhkan percaya diri mereka. Ketiga, ceritakan kisah-kisah inspiratif dari seorang tokoh untuk mengejar cita-cita atau tentang kegigihan mereka. Bisa pula ajak siswa untuk menonton film yang menggugah motivasi mereka. Film-film yang berkaitan dengan perjuangan meraih cita-cita, atau sekedar hiburan mendidik. Manusia cenderung mengulangi hal-hal yang memiliki konsekuensi menyenangkan, dengan diberikan tayangan penuh motivasi, maka siswa tertarik untuk lebih giat dalam belajar untuk meraih mimpinya.   Guru sebagai Informator Sebagai informator, guru merupakan sumber informasi pertama di sekolah baik informasi akademik maupun umum. Guru harus siap dengan pengetahuan yang berkualitas dan berwawasan luas tentang keilmuannya ataupun informasi terkini. Contohnya seperti guru mengikuti pelatihan, workshop, pembekalan kurikulum, membaca lebih banyak, dan juga harus berkoordinasi menginformasikan perkembangan tiap siswa pada wali murid.   Itu tadi beberapa peran guru untuk menciptakan lingkungan belajar efektif. Semoga bermanfaat 🙂   Ingin Tau Cara Kerja Aplikasi Presensi Melalui Selfie? Simak Videonya:  

Jangan Lewatkan Kesempatan Ini!!!
Promo Hemat Up To 2JUTA
Claim Promo Sekarang
Kouta Terbatas!!!
Tim CS kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!